Realitarakyat.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa kedamaian dunia tidak hanya bergantung pada forum besar internasional, tetapi harus dimulai dari komitmen setiap individu untuk hidup berdampingan dalam keberagaman.
Hal tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri Malam Renungan Suci untuk Kedamaian Dunia bertema “A Sacred Night for World Peace and Global Harmony” di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Sabtu (18/4) malam.
“Kedamaian tidak selalu lahir dari forum besar internasional, melainkan berawal dari diri setiap individu melalui sikap saling menghormati, menerima perbedaan, dan komitmen hidup berdampingan,” ujar Pramono dalam keterangannya, Minggu (19/4).
Dalam acara yang diinisiasi oleh Gema Sadhana tersebut, Pramono menekankan pentingnya nilai luhur Ahimsa (tanpa kekerasan) dan konsep Tri Hita Karana (keseimbangan hubungan dengan Tuhan, sesama, dan alam). Menurutnya, kekuatan sejati terletak pada kasih dan empati, bukan kekerasan.
Pramono juga menyatakan bahwa Jakarta sebagai kota global memiliki tanggung jawab untuk menjadi teladan toleransi bagi dunia. Ia memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan terus mendukung kegiatan lintas agama guna memperkuat persatuan.
“Dari Jakarta, kita mengirimkan pesan bahwa kedamaian adalah tanggung jawab bersama yang harus terus dijaga,” tambahnya.
Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh diplomatik, di antaranya Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty, Duta Besar Sri Lanka untuk Indonesia Sashikala Premawardhane, serta Ketua Umum Gema Sadhana, Kobalen. (*)







