Pramono Anung Minta Pasukan Kuning Lebih Proaktif, Incar Jakarta Bebas Lubang

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat dijumpai di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (17/10/2025)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. //net

Realitarakyat.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meminta seluruh personel Pasukan Kuning Dinas Bina Marga untuk lebih proaktif dalam memantau kondisi infrastruktur jalan di ibu kota.

Ia menegaskan bahwa pemeliharaan fasilitas publik tidak boleh hanya bergantung pada laporan warga atau menunggu sebuah kasus menjadi viral di media sosial.

Dalam kegiatan apresiasi dan halalbihalal di Jakarta Timur, Selasa (14/4), Pramono mengingatkan lebih dari seribu personel yang hadir bahwa kepekaan petugas di lapangan adalah kunci pelayanan prima. Menurutnya, pemantauan rutin harus menjadi standar kerja utama.

“Saya ingin mengingatkan, pekerjaan ini tidak cukup hanya mengandalkan laporan atau aduan warga. Jangan hanya bekerja karena komplain atau sesuatu yang viral,” tegas Pramono di hadapan para petugas.

Gubernur turut memberikan apresiasi tinggi kepada sekitar 1.500 personel Pasukan Kuning yang dinilai konsisten menjaga Jakarta, terutama saat menghadapi tingginya curah hujan pada akhir 2025 hingga awal 2026.

Respon cepat dalam menangani jalan berlubang akibat cuaca ekstrem dinilai sangat efektif menekan angka kecelakaan.

Meskipun penanganan seringkali bersifat sementara, Pramono melihat kesiagaan petugas di lapangan sebagai bentuk dedikasi yang nyata terhadap keselamatan warga.

Pramono menyoroti bahwa tugas Pasukan Kuning mencakup aspek yang sangat luas namun sering luput dari perhatian publik, antara lain:

  • Pemeliharaan Trotoar & Jembatan Penyeberangan Orang (JPO)
  • Operasional Pompa Underpass
  • Pemeliharaan Penerangan Jalan Umum (PJU)

“Kerja keras ini mungkin tidak selalu terlihat, tetapi manfaatnya dirasakan langsung oleh warga setiap hari,” ungkapnya.

Selain kepada petugas lapangan, Pramono menginstruksikan para kepala suku dinas di lima wilayah kota administrasi untuk memastikan koordinasi yang solid. Ia menuntut profesionalisme dan kedisiplinan kerja sesuai SOP, termasuk standar keamanan penggunaan peralatan.

Sebagai penutup, Pramono mengajak seluruh jajaran menjadikan momentum halalbihalal sebagai pemantik semangat baru. Ia memposisikan Pasukan Kuning sebagai ujung tombak yang mendukung transformasi Jakarta menjadi kota global melalui infrastruktur yang andal dan terjaga.[prs]