Gelar Program Magang Bersama Kemnaker, BKD DPR RI Luncurkan Platform ‘Lensa Undang-Undang’

Gelar Program Magang Bersama Kemnaker, BKD DPR RI Luncurkan Platform 'Lensa Undang-Undang'
Kepala BKD DPR RI, Bayu Dwi Anggono. //net

Realitarakyat.com — Badan Keahlian Dewan (BKD) DPR RI bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sukses menggelar program magang yang menghasilkan inovasi berupa platform digital “Lensa Undang-Undang”.

Platform yang kini dapat diakses oleh publik melalui situs resmi DPR RI tersebut berfungsi untuk memudahkan masyarakat memantau perkembangan regulasi di Indonesia.

Kepala BKD DPR RI, Bayu Dwi Anggono, menjelaskan bahwa program magang ini berlangsung selama enam bulan dengan melibatkan 98 peserta.

Seluruh peserta ditempatkan secara merata di lima pusat kerja di lingkungan BKD DPR RI untuk mendukung fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan parlemen.

“Tentu selama enam bulan ini mereka sudah banyak belajar dan terlibat dalam pelaksanaan tugas-tugas di Badan Keahlian DPR RI,” ujar Bayu saat menutup Program Magang Hub Kemnaker di Gedung Nusantara, DPR RI, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Inovasi utama dari program ini, yaitu platform “Lensa Undang-Undang”, memuat informasi komprehensif mengenai rekam jejak perubahan undang-undang, anotasi putusan Mahkamah Konstitusi (MK), hingga status perkembangan peraturan pelaksanaannya.

Melalui platform ini, masyarakat dapat mengetahui dengan cepat regulasi mana saja yang masih berlaku atau sudah diubah.

Bayu menegaskan bahwa pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa program magang kemitraan ini tidak sekadar menyelesaikan pekerjaan administratif, tetapi mampu melahirkan produk strategis yang berdampak luas bagi publik.

Selama program berjalan, kualitas kerja para peserta dijaga melalui pendampingan mentor di setiap unit serta sistem pengawasan (quality control) berkala.

BKD DPR RI mengapresiasi tinggi profesionalisme, kedisiplinan, dan integritas yang ditunjukkan oleh para peserta.

Bayu optimistis pengalaman ini akan menjadi nilai tambah yang besar bagi generasi muda tersebut saat memasuki dunia kerja profesional, baik sebagai aparatur sipil negara (ASN), pegawai swasta, maupun wirausahawan. (ndi)