Pasok 51 Persen Nasional, Khofifah Yakin Jatim Percepat Swasembada Gula 2026

Pasok 51 Persen Nasional, Khofifah Yakin Jatim Percepat Swasembada Gula 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau bongkar ratoon tebu di Kediri, Sabtu 23 Mei 2026. //net

Realitarakyat.com — Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan optimismenya bahwa Provinsi Jawa Timur (Jatim) mampu mempercepat capaian target swasembada gula konsumsi nasional.

Target tersebut dikejar melalui strategi peningkatan produktivitas tanaman tebu serta optimalisasi operasional penggilingan di sejumlah pabrik gula (PG) daerah.

Hal tersebut disampaikan Khofifah saat melakukan peninjauan langsung terhadap proses produksi komoditas pemanis ini di Pabrik Gula Ngadirejo, Kabupaten Kediri, Kamis (28/5/2026).

“Alhamdulillah, target nasional yang diharapkan adalah swasembada gula konsumsi. Maka yang harus terus diperkuat adalah produktivitas dan luas lahan, khususnya di Jatim,” kata Khofifah dalam keterangan tertulis yang diterima di Surabaya.

Saat ini, Jawa Timur menjadi tulang punggung pemenuhan kebutuhan manis nasional dengan menyumbang kontribusi sebesar 51 persen dari total produksi gula domestik.

Sepanjang tahun 2025, Jatim sukses memproduksi gula kristal putih sebanyak 1.343.995 ton, angka tertinggi dalam satu dekade terakhir. Jumlah ini mengungguli capaian Provinsi Lampung sebesar 663.198 ton dan Jawa Tengah dengan 344.243 ton.

Dalam kunjungannya ke PG Ngadirejo—unit usaha PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) berkapasitas giling 7.000 ton cane per day (TCD)—Khofifah menekankan pentingnya peningkatan kualitas tebu di hulu demi mendongkrak persentase rendemen (kandungan gula dalam tebu).

“Yang diharapkan tentu peningkatan rendemen. Insya Allah musim giling sekarang ini sudah bisa mencapai 8,5 persen. Artinya sudah ada peningkatan dibanding sebelumnya,” ujar Gubernur Jatim.

Senada dengan Khofifah, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara, Mahmudi, mengaku optimis target swasembada gula nasional akan terealisasi penuh pada akhir tahun 2026.

Data internal menunjukkan adanya tren positif di mana volume produktivitas tebu di Jawa Timur pada musim panen kali ini melonjak hingga 1,5 juta ton jika dibandingkan dengan tahun lalu. (*)