Realitarakyat.com – Pemerintah Indonesia resmi memulai proses pembebasan lahan untuk pembangunan “Kampung Haji” di kawasan Jabal Hindawiyah, Arab Saudi.
Proyek strategis ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan dan kenyamanan jamaah haji asal Indonesia dengan menyediakan pemukiman terpadu yang berlokasi sangat dekat dengan Masjidil Haram.
Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Haji, Muhadjir Effendy, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan visi jangka panjang yang dirintis sejak era Presiden Joko Widodo dan kini diakselerasi oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Sudah 40 tahun kita bermimpi punya Kampung Haji. Sekarang mulai direalisasikan. Lokasinya sangat dekat, nanti akan ada akses khusus seperti tunnel (terowongan) agar jamaah tidak terganggu lalu lalang kendaraan,” ujar Muhadjir dalam keterangannya, Minggu (3/5).
Pada tahap perdana, pemerintah berencana membangun tiga menara (tower) yang diproyeksikan mampu menampung sekitar 1.600 jamaah. Fasilitas ini ditargetkan sudah dapat digunakan pada musim haji tahun depan.
Lokasi Kampung Haji sendiri berjarak sekitar 2 hingga 2,5 kilometer dari Masjidil Haram, posisi yang dinilai sangat strategis bagi mobilitas jamaah.
Dalam pengembangan jangka panjang, kawasan ini direncanakan akan mencakup ratusan tower hunian di atas lahan seluas 84 hektare. Saat ini, proses pembebasan lahan telah mencapai 54 hektare.
Muhadjir menegaskan bahwa pembangunan megaproyek ini tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pendanaan akan dikelola melalui skema investasi oleh badan pengelola investasi Danantara dengan menggandeng investor lokal maupun mancanegara, termasuk dari Arab Saudi.
“Pembiayaan proyek tidak akan bergantung pada APBN, melainkan melalui skema investasi yang dikelola Danantara dengan melibatkan investor,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan skema pendanaan tambahan sekitar Rp1,7 triliun untuk menutup kebutuhan operasional. Hal ini dilakukan guna memastikan standar layanan tetap prima tanpa memberikan beban biaya tambahan bagi para jamaah haji Indonesia.
Pengelolaan yang profesional di bawah Danantara diharapkan menjadikan Kampung Haji sebagai aset produktif sekaligus solusi permanen masalah akomodasi haji di tanah suci.[prs]







