Realitarakyat.com — Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief Muhammad, menyatakan dukungan penuh terhadap usulan tambahan anggaran yang diajukan oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas) untuk tahun 2026.
Syarief menegaskan bahwa anggaran untuk sektor perpustakaan bukanlah beban pengeluaran negara, melainkan investasi jangka panjang demi melahirkan generasi yang berdaya saing global.
Perpusnas diketahui menaikkan usulan tambahan anggaran Pagu Indikatif ke Kementerian PPN dan Kementerian Keuangan dari semula Rp204,04 miliar menjadi Rp357,77 milar.
Dengan tambahan tersebut, total alokasi anggaran yang dibutuhkan Perpusnas pada tahun 2026 mencapai Rp725,50 miliar.
Dana ini diprioritaskan untuk penguatan layanan, transformasi digital, ekosistem literasi, serta perluasan akses membaca di daerah pinggiran.
“Sebuah keniscayaan bagi pemerintah untuk memberikan perhatian penuh terhadap postur anggaran Perpusnas,” ujar Syarief dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Legislator asal Dapil Jawa Barat I ini juga menyoroti isu ketimpangan informasi di Indonesia, di mana fasilitas literasi modern masih terpusat di kota-kota besar Pulau Jawa.
Menurutnya, pemotongan atau rasionalisasi anggaran dapat menghambat program esensial seperti distribusi buku ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), yang dinilainya mencederai amanat konstitusi terkait keadilan sosial. (ndi)







