Realitarakyat.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa swasembada pangan bukan sekadar program pemenuhan kebutuhan, melainkan sebuah kehormatan dan bentuk kedaulatan bagi rakyat Indonesia.
Langkah ini diambil sebagai upaya pemerintah untuk keluar dari ketergantungan impor akibat sistem pasar bebas yang berjalan selama hampir tiga dekade terakhir.
Hal tersebut disampaikan Zulkifli saat memberikan sambutan dalam acara Milad Aisyiyah ke-109 di Kota Medan, Sumatera Utara, Minggu (14/6).
Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah berupaya mengubah arah kebijakan pangan nasional agar lebih berpihak pada masyarakat kecil.
“Kita harus swasembada, kita harus berdaulat, karena itu merupakan suatu kehormatan,” ujar Zulkifli Hasan.
Ia menyoroti dampak sistem pasar bebas selama 29 tahun ke belakang yang dinilai cenderung menguntungkan korporasi bermodal besar dan petani luar negeri.
Akibat longgarnya aturan pasar bebas, komoditas penting seperti beras dan gula harus diimpor dalam jumlah besar, bahkan sektor peternakan telur sempat dikuasai oleh perusahaan asing asal Malaysia dan Thailand.
Untuk mengatasi ketimpangan tersebut, Zulkifli menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen mengembalikan pengelolaan sumber daya alam (SDA) sesuai dengan amanat konstitusi.
“Pemerintah sepakat hal ini harus dikembalikan sesuai Pasal 33 UUD 1945, bahwa kekayaan alam harus dikelola untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat Indonesia,” pungkasnya. (*)







