Sama-sama Usung Platform Inklusif, PDIP dan Fretilin Gelar Pertemuan Strategis di Timor Leste

Sama-sama Usung Platform Inklusif, PDIP dan Fretilin Gelar Pertemuan Strategis di Timor Leste
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto melakukan dialog dengan pimpinan Partai Fretilin termasuk Sekretaris Jenderal Mari Alkatiri di Kantor Fretilin, Dili, Timor Leste, Artikel ini telah tayang di JPNN.com dengan judul "PDIP dan Fretilin Perkuat Dialog Demokrasi, Hasto Sebut Punya Platform Inklusif Sama", https://www.jpnn.com/news/pdip-dan-fretilin-perkuat-dialog-demokrasi-hasto-sebut-punya-platform-inklusif-sama/dok.PDIP

Realitarakyat.com – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, melakukan dialog bilateral dengan jajaran pimpinan Partai Fretilin, termasuk Sekretaris Jenderal Fretilin, Mari Alkatiri, di Kantor Fretilin, Dili, Timor Leste, Kamis (4/6).

Pertemuan ini menegaskan komitmen kedua partai yang memiliki kesamaan platform politik inklusif serta menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan keadilan sosial.

Kunjungan delegasi PDIP ke Dili ini juga merupakan bagian dari agenda koordinasi matang menjelang rencana kunjungan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, ke Timor Leste pada Juli mendatang.

“PDI Perjuangan dan Fretilin memiliki platform inklusif yang sama. Kami digerakkan oleh nilai-nilai kesetaraan, demokrasi, kemanusiaan, dan keadilan sosial. Semua perbedaan disatukan oleh falsafah Pancasila,” ujar Hasto dalam keterangan tertulisnya.

Dalam pertemuan tersebut, Hasto didampingi oleh sejumlah tokoh penting PDIP, di antaranya Ketua DPP Bidang Organisasi Andreas H. Pareira, Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan Andi Widjajanto, serta Direktur Luar Negeri Hanjaya Setiawan.

Hasto sempat menyinggung pemikiran Proklamator RI Bung Karno mengenai tantangan konsolidasi negara baru.

Menurutnya, demokrasi yang berkembang terlalu dini dan liberal sering kali menyulitkan konsolidasi internal bagi negara yang baru merdeka—sebuah realitas yang disepakati oleh Sekjen Fretilin, Mari Alkatiri, berdasarkan pengalaman historis Timor Leste.

Alkatiri bahkan mengenang bagaimana pidato-pidato Bung Karno yang ia dengar lewat radio di masa muda telah menjadi sumber inspirasi besar dalam mengobarkan semangat perjuangannya.

Sementara itu, Andreas H. Pareira menyoroti kedekatan sosiokultural kedua negara tetangga. Ia menilai apa yang terjadi di Timor Leste akan berdampak pada Indonesia, begitu pula sebaliknya. Andreas menegaskan bahwa garis perbatasan negara seharusnya tidak menjadi pemisah, melainkan instrumen yang menyatukan kedua bangsa.

Menambahkan hal tersebut, Andi Widjajanto menilai hubungan bilateral Indonesia dan Timor Leste saat ini merupakan contoh terbaik di dunia tentang bagaimana dua bangsa yang pernah terlibat konflik masa lalu dapat bertransformasi menjadi mitra strategis yang harmonis.

Andi mengutip pernyataan Presiden Timor Leste, Jose Ramos Horta, dalam sebuah forum di Dubai yang mengakui peran besar Indonesia dalam membantu kemandirian ekonomi negaranya, termasuk saat melewati krisis tahun 2006. Salah satu bukti konkretnya adalah eksistensi Bank Mandiri yang kini tumbuh sebagai salah satu bank terbesar di Timor Leste.

Di akhir pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, kedua partai sepakat untuk terus memperkuat kerja sama lintas sektoral, mulai dari ceruk politik, ekonomi kawasan di Pulau Timor, pendidikan, hingga pertukaran gagasan antargenerasi demi kemajuan dan kesejahteraan bersama.[prs]