Realitarakyat.com — Amerika Serikat dilaporkan menghentikan sementara gelombang serangan udaranya ke wilayah Iran guna memberikan kesempatan bagi jalannya proses diplomasi.
Langkah penangguhan ini diambil di tengah upaya internasional untuk meredakan eskalasi konflik bersenjata antara kedua negara.
Sejumlah sumber yang mengetahui situasi tersebut mengungkapkan bahwa Washington sengaja menunda serangan lanjutan untuk menghindari konflik yang lebih luas, sekaligus menjadikan target-target militer yang tersisa sebagai alat tawar-menawar dalam negosiasi.
“AS membiarkan diplomasi berjalan lebih dahulu saat ini. Namun, persiapan untuk meluncurkan serangan kembali tetap disiagakan jika diperlukan,” ujar sumber tersebut sebagaimana dikutip dari Anadolu Agency, Kamis (9/7/2026).
Kondisi siaga satu ini terlihat di kapal induk USS Abraham Lincoln, di mana jet tempur dan para pilot tetap diinstruksikan untuk bersiap mengantisipasi perintah operasi baru sewaktu-waktu oleh kapten kapal.
Sebelum penangguhan dilakukan, militer AS telah menggempur habis-habisan wilayah Iran sejak Rabu malam dengan total 170 target sasaran.
Sebagian besar serangan menyasar wilayah selatan, namun beberapa rudal dilaporkan masuk jauh ke area pedalaman dan utara Iran.
Kementerian Kesehatan Iran melaporkan akibat serangan brutal selama dua hari terakhir, sedikitnya 14 orang tewas dan 78 lainnya luka-luka.
Otoritas Iran juga mengecam keras rusaknya sejumlah infrastruktur sipil, termasuk jembatan kereta api di Aqalla, instalasi air, dan gardu listrik, yang dinilai dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hukum perang. (*)







