Realitarakyat.com – Presiden Prabowo Subianto meminta para ilmuwan dan kalangan perguruan tinggi untuk terus memacu riset di sektor energi terbarukan. Kepala Negara menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh berpuas diri dan berhenti pada implementasi mandatori biodiesel B50 yang baru saja resmi diluncurkan.
Menurut Presiden, lompatan ke tingkat campuran yang jauh lebih tinggi mutlak diperlukan demi mengamankan kedaulatan dan kemandirian energi nasional di masa depan.
“Para ilmuwan dari kampus-kampus, teruskan pengkajian ini. Terima kasih Pertamina dan semua jajaranmu. Teruskan, jangan berhenti di B50, kalau bisa B60, bulan apa B60?” kata Presiden Prabowo dalam sambutannya pada peluncuran Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7).
Presiden mengungkapkan bahwa visi untuk mewujudkan kemandirian energi ini telah menjadi komitmen konsistennya, bahkan sejak sebelum ia resmi dilantik sebagai pemimpin tertinggi Indonesia.
Dalam proses perumusan kebijakan, Prabowo membeberkan bahwa dirinya sempat mendesak tim kabinet untuk langsung melompat ke penerapan biodiesel B100. Kendati demikian, jajaran menteri meyakinkan bahwa capaian B50 saat ini sudah sangat revolusioner karena berhasil menyetop total ketergantungan Indonesia terhadap pasokan solar dari luar negeri.
“Saya menuntut dari tim saya kemandirian energi, B40 tidak cukup. Bahkan pada saat itu saya mendorong ke arah B100, tetapi menteri-menteri saya meyakinkan saya, ‘Pak, dengan B50 saja, kita sudah tidak impor solar lagi dari luar negeri’, ujarnya.
Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa keberhasilan menembus fase B50 merupakan bagian dari arsitektur strategi besar pemerintah dalam melakukan hilirisasi. Kebijakan ini memastikan seluruh kekayaan alam bumi pertiwi dikelola secara mandiri demi kemakmuran masyarakat luas, sekaligus mengikis mentalitas rendah diri sebagai bangsa.
“Ini tujuan pembangunan kita. Rakyat kita harus makmur dan kita tidak boleh rendah diri, kita tidak boleh menerima bahwa rakyat kita harus miskin. Kita negara yang kaya, rakyat kita juga harus menikmati kekayaan itu,” ucap Presiden Prabowo menandaskan.[prs]







