Realitarakyat.com – Hubungan bilateral antara Indonesia dan India resmi memasuki era baru dengan fokus penguatan di sektor kelautan.
Perdana Menteri India, Narendra Modi, secara agresif mendorong akselerasi kerja sama maritim kedua negara yang dikemas dalam doktrin strategis bertajuk “Visi Gangga-Mahakam”.
Melalui visi besar ini, kedua negara berkomitmen untuk mengonversi posisi strategis wilayah perairan mereka menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Indo-Pasifik.
Ambisi geopolitik tersebut digaungkan secara langsung oleh PM Modi saat menyampaikan pidato kehormatan di hadapan jajaran anggota parlemen Indonesia.
“Sebagai dua bangsa maritim yang besar, kita akan mengubah geografi maritim menjadi kemakmuran bersama,” kata PM Modi dalam pidatonya di hadapan para anggota DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa (7/7).
“Dari Sabang sampai Nicobar, dari gerbang Malaka hingga Indo-Pasifik, kita akan menciptakan peluang baru dalam konektivitas, logistik, ekonomi biru, keamanan maritim, serta perdagangan yang tangguh,” ujarnya menambahkan.
Secara spasial, meskipun pusat pemerintahan New Delhi dan Jakarta terpisah jarak ribuan kilometer, Modi mengingatkan bahwa secara riil garis pantai terluar kedua negara tetangga ini sesungguhnya sangat dekat, yakni hanya terpaut sekitar 150 kilometer.
Titik terdekat yang dimaksud merujuk pada bentangan jarak antara wilayah Sabang di Provinsi Aceh dengan kawasan megaproyek Great Nicobar, sebuah pusat industri maritim dan konektivitas global yang saat ini tengah dikebut pembangunannya oleh pemerintah India.
Bagi Modi, bentangan perairan luas di antara kedua negara bukanlah sebuah pembatas, melainkan medium penyatu.
“Meskipun laut menjadi pemisah antara negara lain, tetapi bagi India dan Indonesia, laut tidak pernah mewakili jarak. Laut selalu menjadi jembatan di antara kita, pusat masa depan kita bersama,” tutur Modi.
Dengan mengombinasikan modal demografi kedua negara yang sama-sama berukuran raksasa, Modi optimistis kemitraan ini dapat diakselerasi di atas prinsip keadilan sosial dan pertumbuhan yang merata.
“India, Indonesia, dan Samudera Hindia menunjukkan sejarah panjang hubungan kita. Samudera menyajikan peluang tanpa batas bagi kita. Karena itu, saya mengajak Anda untuk meningkatkan hubungan kedua negara ke tingkat yang lebih tinggi,” kata dia.
Rencana penguatan konektivitas ini bukan sekadar wacana di atas kertas. Pemerintah Indonesia dan India telah mematangkan komitmen riil berupa kerja sama pembangunan infrastruktur pelabuhan strategis yang berlokasi di Sabang serta di gugusan Kepulauan Andaman dan Nicobar.
Sinyal hijau terhadap program kerja sama koridor maritim ini juga datang langsung dari Istana Merdeka. Dalam pernyataan pers bersama PM Modi, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan dukungannya terhadap proyek integrasi kawasan ini demi mempererat hubungan antarmasyarakat serta memperlancar arus investasi global.
Prabowo berharap pengembangan koridor maritim dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat kemitraan strategis Indonesia-India di kawasan Indo-Pasifik yang lebih luas.
Sebagai informasi latar belakang, secara geografis Sabang yang terletak di Pulau Weh, Aceh, berada sekitar 700 kilometer di sisi tenggara Kepulauan Andaman dan Nicobar, serta hanya berjarak 160 kilometer dari titik Proyek Great Nicobar milik India.
Kedua wilayah ini memegang posisi geopolitik yang sangat vital karena langsung menghadap dan mengunci pintu masuk sebelah utara Selat Malaka, jalur pelayaran internasional tersibuk di dunia yang menjadi urat nadi perdagangan global dan pasokan energi dunia.[prs]






