3 Investasi Nabi Muhammad yang Relevan untuk Dipelajari

3 Investasi Nabi Muhammad yang Relevan untuk Dipelajari

Realitarakyat.com  — Investasi bukanlah praktik yang baru dikenal pada era modern. Sejak masa Nabi Muhammad SAW, aktivitas mengelola harta dan mengembangkan usaha telah menjadi bagian dari kehidupan ekonomi.

Nabi Muhammad SAW dikenal tidak hanya sebagai rasul dan panutan umat Islam, tetapi juga sebagai pedagang yang memiliki reputasi baik karena kejujuran dan sifat amanahnya dalam menjalankan usaha.

Dalam riset The Rasulullah Way of Business (2021), disebutkan bahwa kepercayaan menjadi salah satu modal penting Nabi Muhammad dalam membangun kegiatan bisnis. Reputasi tersebut membuatnya dipercaya untuk mengelola modal dari para investor.

Dalam praktiknya, keuntungan usaha kemudian dibagikan kepada pemodal berdasarkan kesepakatan. Nabi Muhammad juga mengembangkan harta melalui sejumlah aset yang dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Berikut tiga bentuk investasi yang dapat dipelajari dari aktivitas ekonomi Nabi Muhammad SAW:

1. Beternak

Beternak merupakan salah satu aktivitas ekonomi yang telah dikenal Nabi Muhammad sejak masa muda. Keahlian tersebut terus dilakukannya hingga dewasa.

Nabi Muhammad diketahui memiliki sejumlah hewan ternak, termasuk puluhan ekor unta. Selain unta, terdapat pula kuda, keledai, sapi, dan domba.

Peternakan menjadi salah satu bentuk pengelolaan aset yang dapat menghasilkan nilai ekonomi sekaligus menjadi sumber penghidupan.

2. Tanah dan Properti

Selain peternakan, Nabi Muhammad SAW juga memiliki aktivitas yang berkaitan dengan tanah dan properti.

Salah satu praktik yang dikenal adalah pengelolaan lahan dengan sistem bagi hasil. Dalam sejumlah catatan, pengelolaan tanah dan kebun di wilayah Khaybar dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada pengelola untuk menggarap lahan, kemudian hasilnya dibagi berdasarkan kesepakatan.

Konsep kerja sama semacam ini kemudian dikenal dalam praktik ekonomi Islam sebagai mudharabah, yakni bentuk kerja sama antara pemilik modal dan pihak yang menjalankan usaha dengan pembagian keuntungan sesuai kesepakatan.

3. Mengembangkan Aset secara Produktif

Praktik ekonomi Nabi Muhammad juga menunjukkan pentingnya mengelola harta agar memberikan manfaat. Pengembangan aset tidak semata-mata ditujukan untuk menumpuk kekayaan, tetapi juga menghasilkan manfaat ekonomi dan sosial.

Dalam konteks ini, pengelolaan ternak, tanah, dan usaha dapat menjadi contoh bagaimana aset dimanfaatkan secara produktif.

Namun, ada satu hal penting yang tidak boleh dilewatkan ketika membahas pengelolaan harta dalam Islam, yakni berbagi kepada sesama.

Sedekah Tetap Menjadi Bagian Penting

Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai sosok yang gemar bersedekah. Harta yang dimiliki tidak hanya digunakan untuk kepentingan pribadi, tetapi juga diberikan kepada mereka yang membutuhkan.

Sedekah dapat berupa uang, makanan, pakaian, maupun bentuk bantuan lainnya.

Karena itu, meneladani cara Nabi Muhammad SAW dalam mengelola harta tidak hanya berbicara mengenai bagaimana memperoleh dan mengembangkan kekayaan. Ada pula tanggung jawab sosial yang menyertai kepemilikan harta.

Dengan demikian, aktivitas ekonomi seperti beternak serta mengelola tanah dan properti dapat dipelajari sebagai bagian dari sejarah praktik ekonomi Islam. Pada saat yang sama, nilai kejujuran, amanah, bagi hasil, dan kepedulian kepada sesama menjadi prinsip yang tidak kalah penting.(Din)