Realitarakyat.com – Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Amin Ak, menekankan pentingnya komitmen calon pimpinan Bank Indonesia (BI) dalam merumuskan kebijakan moneter yang mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen secara berkualitas.
Pernyataan tersebut disampaikan Amin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Amin membeberkan bahwa dalam rangkaian fit and proper test calon Gubernur, Deputi Gubernur Senior, dan Deputi Gubernur BI, Komisi XI menaruh perhatian besar pada strategi makroprudensial untuk menopang target pertumbuhan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menegaskan pertumbuhan tidak boleh sekadar mengejar angka pencapaian, tetapi wajib menciptakan lapangan kerja serta menekan tingkat pengangguran.
“Bagaimana Gubernur Bank Indonesia, Deputi Gubernur Senior, dan Deputi Gubernur itu punya ramuan kebijakan yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi 8 persen itu tercapai. Dan bukan sekadar tercapai, tapi pertumbuhan ekonomi yang berkualitas,” ujar Amin.
Selain target pertumbuhan makro, Amin menyoroti ketimpangan akses pembiayaan perbankan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Meski UMKM menyumbang lebih dari 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap 97 persen tenaga kerja, porsi alokasi kredit perbankan nasional untuk sektor ini belum menyentuh angka 20 persen.
“Bagaimana Bank Indonesia punya peran strategis, punya ramuan kebijakan yang mengurangi disparitas ini. Kita gak bangga dengan banyaknya jumlah UMKM kita yang katanya sampai 64 juta itu. Justru UMKM ini harus dikurangi, mereka pada naik kelas, kelas menengah, kelas pengusaha besar,” tegas legislator dari Dapil Jawa Timur IV tersebut.
Lebih lanjut, Amin mendorong kepemimpinan baru BI agar tidak menjadikan pengembangan ekonomi dan perbankan syariah sekadar komoditas slogan atau pelengkap semata. BI dituntut melahirkan terobosan konkret untuk mendongkrak market share serta memperluas penetrasi pembiayaan syariah dalam fondasi perekonomian nasional.[prs]







