Buntut Video Viral Pengusiran WNA di Bali, Imigrasi Periksa Dua Warga Negara Asing

Buntut Video Viral Pengusiran WNA di Bali, Imigrasi Periksa Dua Warga Negara Asing
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, R. Haryo Sakti. //net

Realitarakyat.com — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar tengah mendalami dugaan pelanggaran keimigrasian menyusul viralnya video pengusiran tiga warga negara asing (WNA) dari sebuah pusat kebugaran (gym) di Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali.

Petugas telah mengidentifikasi dua dari tiga WNA yang terlibat dalam insiden tersebut.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, R. Haryo Sakti, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah memeriksa lokasi kejadian dan melakukan pengecekan data administratif kedua WNA tersebut pada Rabu (19/8).

“Pemeriksaan dilakukan setelah informasi mengenai kejadian tersebut beredar di media sosial. Petugas telah memperoleh identitas dua orang WNA yang terlibat,” ujar Haryo Sakti dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/8).

Berdasarkan data imigrasi, kedua WNA tersebut berinisial IB (23) yang menggunakan paspor Bulgaria dan YBH (22) yang menggunakan paspor Romania.

Meski memegang paspor negara tersebut, keduanya tercatat merupakan kelahiran Israel.

Keduanya diketahui masuk ke Indonesia melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai pada 3 Agustus 2026 menggunakan visa kunjungan saat kedatangan.

Haryo menambahkan, saat ini kedua WNA tersebut telah dimasukkan ke dalam daftar pencarian keimigrasian (SOI) guna keperluan pemantauan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Pihak Imigrasi juga menjadwalkan pemanggilan terhadap pemilik pusat kebugaran terkait untuk dimintai keterangan mengenai kronologi dan latar belakang kejadian.

“Terkait dugaan pelanggaran keimigrasian, penentuan pelanggaran serta tindakan keimigrasian terhadap pihak terkait akan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Haryo.

Insiden ini bermula dari video yang viral di media sosial, di mana pemilik pusat kebugaran mengusir tiga WNA setelah salah satu di antaranya diduga bersikap kasar kepada staf.

Dalam video tersebut, pemilik gym juga melontarkan tudingan bahwa pengunjungnya merupakan anggota pasukan militer Israel (IDF).

Tindakan pengusiran tersebut memicu polemik di dunia maya. Pihak gym sempat mendapatkan ulasan negatif di Google Review yang menuding adanya diskriminasi, namun pemilik gym membantah tuduhan rasisme dan menegaskan bahwa pengusiran dilakukan sebagai bentuk respons atas sikap kasar pengunjung terhadap stafnya. (*)