Realitarakyat.com — Senator Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Chris Murphy, menilai Presiden Donald Trump telah “kalah” dalam konflik militer melawan Iran.
Menurutnya, perang yang berkepanjangan tersebut justru melemahkan posisi AS sekaligus memperkuat Teheran.
Kritik tajam itu disampaikan Murphy saat wawancara bersama NBC News, Senin (10/8/2026). Ia menegaskan bahwa eskalasi ketegangan di kawasan Teluk telah berdampak buruk bagi perekonomian dan stabilitas nasional AS.
“Donald Trump sudah kalah dalam perang ini. Amerika semakin lemah dan Iran semakin kuat,” tegas Murphy.
Murphy menyoroti dampak penutupan Selat Hormuz yang dinilainya jauh lebih merugikan AS. Ia bahkan mengaku rela mendukung kesepakatan kompromi — yang disebutnya “kesepakatan buruk” — demi mengakhiri peperangan dan membuka kembali jalur pelayaran vital tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa opsi kesepakatan yang sedang dipertimbangkan berpotensi memberi Iran keuntungan hingga 100 miliar dolar AS per tahun dari pembukaan kembali Selat Hormuz, angka yang setara dengan sepertiga perekonomian negara tersebut.
Selain mengabaikan stabilitas geopolitik, Murphy menilai konflik militer ini memicu dampak ekonomi domestik langsung bagi publik Amerika Serikat, terutama melalui lonjakan harga bahan bakar dan komoditas pangan.
Sebagai langkah konkret di parlemen, Murphy menyatakan akan menolak setiap pengajuan anggaran baru untuk membiayai kelanjutan operasi militer, meski ia tetap mendukung pengisian kembali pasokan amunisi AS jika konflik telah resmi berakhir. (*)







