Ketegangan Yaman Meningkat, AS Tolak Permintaan Riyadh Gempur Kelompok Houthi

Ketegangan Yaman Meningkat, AS Tolak Permintaan Riyadh Gempur Kelompok Houthi
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman. //net

Realitarakyat.com – Amerika Serikat dilaporkan menolak permintaan resmi Arab Saudi untuk melancarkan serangan militer udara langsung terhadap kelompok pemberontak Houthi di Yaman, menyusul jatuhnya kota pelabuhan strategis Mokha ke tangan kelompok tersebut.

Berdasarkan laporan Axios pada Kamis, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman sempat menghubungi Presiden AS Donald Trump dua kali secara beruntun untuk meminta intervensi militer langsung.

Permintaan itu diajukan setelah pasukan Yaman sekutu Riyadh mengalami kemunduran dan Houthi bergerak mendekati kawasan penting Selat Bab al-Mandeb.

Kendati demikian, Washington menolak permintaan tersebut demi menjaga fokus strategisnya terhadap Iran dan wilayah Selat Hormuz, sekaligus menghindari pembukaan front konflik baru.

Kendati demikian, Gedung Putih tetap menyetujui pemberian bantuan nonkinetik berupa transfer informasi intelijen serta data penargetan guna membantu pasukan Saudi.

Eskalasi di kawasan ini kian meningkat setelah serangan Houthi awal pekan lalu di sejumlah titik sipil wilayah selatan Arab Saudi menyebabkan 73 orang mengalami luka-luka.

Sebagai respons, Duta Besar Arab Saudi untuk PBB Abdulaziz Alwasil menegaskan bahwa kerajaan akan mengambil seluruh langkah pertahanan yang diperlukan untuk melindungi keamanan nasionalnya. (*)