Realitarakyat.com – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mendesak Badan Pusat Statistik (BPS) untuk segera melalukan pemutakhiran data menyusul maraknya keluhan masyarakat terkait ketidaksesuaian penentuan data desil.
Lalu menilai data desil yang tertuang dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) kerap kali bertolak belakang dengan kondisi ekonomi riil masyarakat di lapangan.
“Terkait dengan desil yang menjadi perbincangan hangat di masyarakat hari ini, kami menekankan bahwa BPS harus melakukan pemutakhiran data,” tegas Lalu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Politisi mukim tersebut juga meminta BPS bertindak transparan dengan menjelaskan secara terbuka kepada publik mengenai sumber data serta metrik evaluasi yang digunakan dalam menentukan tingkatan desil warga.
Ia menegaskan bahwa perbaikan data ini harus dieksekusi secepat mungkin karena tingkatan desil menjadi rujukan utama penentuan penerima berbagai program bantuan sosial pemerintah.
“Karena banyak kebutuhan masyarakat kita yang tentunya berhubungan dengan desil, seperti bantuan-bantuan yang seharusnya diterima, tetapi karena desilnya bermasalah akhirnya tidak diterima,” ungkap Lalu.
Lebih lanjut, Lalu menyoroti dampak fatal kekeliruan data desil tersebut terhadap akses pendidikan tinggi, terutama penentuan kelayakan mahasiswa penerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) Dikti maupun Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Oleh karena itu, ia mendesak BPS tidak mengulur waktu untuk merapikan dan memutakhirkan DTSEN.[prs]







