Prabowo: Indonesia Komitmen Jaga Terus Persaudaran dengan Rusia

Prabowo: Indonesia Komitmen Jaga Terus Persaudaran dengan Rusia
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Federasi Rusia, pada Kamis, 3 September 2026. Foto: BPMI Setpres

Realitarakyat.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk terus menjaga persahabatan sejarah dengan Rusia, termasuk mengenang kontribusi besar Uni Soviet pada awal kemerdekaan bangsa.

Komitmen diplomatik tersebut ditegaskan kembali saat beliau hadir sebagai tamu kehormatan utama dalam ajang internasional di Vladivostok.

Pernyataan emosional itu disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo kala memberikan pidato kunci pada Forum Ekonomi Timur ke-11 (Eastern Economic Forum/EEF) di Rusia, Kamis (3/9/2026).

Dalam pidatonya yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, beliau menekankan pentingnya menghargai rekam jejak hubungan bilateral yang telah terjalin lama.

“Indonesia dan Rusia telah berteman selama beberapa dekade. Indonesia ingat dukungan Uni Soviet saat itu selama tahun-tahun awal republik muda kami. Kami ingat sejarah itu dan kami tidak pernah melupakan teman-teman kami,” kata Prabowo.

Meski kemitraan diplomatik Indonesia dan Rusia telah menginjak usia lebih dari 76 tahun sejak resmi dibuka pada 3 Februari 1950, hubungan tersebut diharapkan tidak jalan di tempat.

Kepala Negara mengimbau generasi muda dari kedua negara untuk berani mengukir terobosan baru dan tidak hanya bernostalgia dengan kisah masa lalu.

“Namun persahabatan tidak bisa hidup hanya dalam sejarah. Generasi kita harus memiliki keberanian untuk menulis babak baru,” ujarnya.

Presiden Prabowo mendorong terbentuknya kerja sama strategis yang berlandaskan asas kesetaraan, kemandirian, serta memberikan dampak konkret yang saling menguntungkan.

Beliau menekankan bahwa indikator keberhasilan dari hubungan bilateral harus diukur dari seberapa besar manfaat nyata yang dirasakan oleh rakyat.

“Marilah kita setara, marilah kita mandiri, marilah kita bekerja sama secara timbal balik untuk kepentingan kedua negara kita, dan marilah kita diukur dari apa yang dapat dihasilkan oleh upaya kita bagi rakyat kita,” katanya.

Lebih jauh, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa stabilitas perdamaian global tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan pilar pembangunan ekonomi nasional.

Beliau menilai ancaman kelaparan, ketimpangan sosial, kemiskinan, serta pengangguran merupakan pemicu utama timbulnya berbagai bentrokan dan konflik dunia.

“Kedaulatan memungkinkan perdamaian. Perdamaian memungkinkan pembangunan. Dan pembangunan untuk manfaat masyarakat membuat perdamaian itu bertahan lama,” kata Prabowo.

Kehadiran Presiden Prabowo di Vladivostok dalam rangka memenuhi undangan khusus dari Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menghadiri perhelatan EEF ke-11 yang berlangsung pada 1–4 September 2026.

Forum tahunan ini menjadi wadah krusial untuk memperkuat ekspansi ekonomi, investasi, serta jaringan perdagangan Rusia dengan negara-negara di kawasan Asia-Pasifik.[prs]