PBB Desak Investigasi Serangan Bandara Riyadh

PBB Desak Investigasi Serangan Bandara Riyadh

Realitarakyat — Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Türk, mendesak penyelidikan menyeluruh terhadap serangan berulang yang menyasar bandara-bandara di Arab Saudi, termasuk Bandara Internasional Riyadh. Ia meminta pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab atas serangan tersebut dimintai pertanggungjawaban.

Dalam pernyataan pada Senin (12/10), Türk menyampaikan keprihatinan atas serangan yang diduga dilakukan kelompok Houthi dalam beberapa hari terakhir. Serangan itu dilaporkan menewaskan dan melukai puluhan warga Arab Saudi maupun warga negara asing.

Kepala Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) tersebut menegaskan, serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil dilarang berdasarkan hukum humaniter internasional.

“Serangan-serangan ini dan dugaan pelanggaran lainnya oleh semua pihak yang terlibat dalam konflik ini harus diselidiki, dan pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban,” kata Türk.

Ia mengingatkan, konflik berkepanjangan hanya akan menambah penderitaan masyarakat sipil, baik di Yaman maupun Arab Saudi. Karena itu, seluruh pihak yang terlibat diminta menahan diri dan mengambil langkah untuk mencegah eskalasi konflik.

Türk juga menekankan pentingnya mematuhi prinsip pembedaan antara sasaran militer dan warga sipil serta prinsip proporsionalitas dalam setiap tindakan selama konflik berlangsung.

Berdasarkan keterangan Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi, serangan pada 10 Oktober dilaporkan menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya. Sementara itu, serangan pada 11 Oktober menyebabkan satu orang meninggal dunia dan 11 orang lainnya terluka.

Serangan tersebut dilaporkan mengenai dua terminal penumpang dan memicu kebakaran di area bandara. Rentetan insiden itu meningkatkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga sipil serta keamanan infrastruktur penerbangan.

PBB pun menyerukan agar seluruh pihak menghentikan tindakan yang membahayakan warga sipil, meredakan ketegangan, dan mencegah jatuhnya lebih banyak korban di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.(Din)