Ragam  

Hadapi Arus Balik, KAI Siapkan Layanan Rapid Test Antigen Harga Rp105 Ribu di 29 Stasiun

Semarang
Ilustrasi gambar. DOK/NET

Realitarakyat.com – Pada arus balik libur Natal dan tahun baru kali ini, pihak PT KAI menyiapkan layanan rapid test antigen seharga Rp105 ribu bagi para penumpang. Layanan, rapid test antigen ini tersebar di 29 stasiun.
“Adapun rapid test antigen seharga Rp 105 ribu yang dapat dilakukan di 29 stasiun,” ujar VP Public Relations KAI, Joni Martinus dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (2/1/2021).
Stasiun yang menyediakan layanan rapid test antigen antara lain yakni Stasiun Gambir, Pasar Senen, Bandung, Kiaracondong, Cirebon, Cirebon Prujakan, Jatibarang, Semarang Poncol, Semarang Tawang, Tegal, Purwokerto, Kutoarjo, Kroya, Kebumen, Yogyakarta, Lempuyangan, Solo Balapan, Madiun, Jombang, Kediri, Kertosono, Blitar, Mojokerto, Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, Malang, Sidoarjo, Jember, dan Ketapang.
Bagi para penumpang, PT KAI mengingatkan persiapan yang matang sebelum tiba di stasiun pemberangkatan. Sebab, pada pandemi saat ini protokol kesehatan menjadi kewajiban utama.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk mempersiapkan perjalanan pada arus balik libur Tahun Baru ini dengan baik mulai dari pemesanan tiket, rapid test antigen, hingga kelengkapan lainnya agar perjalanan Anda menyenangkan,” ujar Joni.
Puncak arus balik diprediksi terjadi pada tanggal 3 Januari. Ini diketahui berdasarkan data dari jumlah tiket yang terjual lebih dari 39 ribu tiket.
“Arus balik akan terjadi pada Minggu, 3 Januari dimana tiket yang sudah terjual mencapai 39.082 tiket,” jelasnya.
KAI juga telah melakukan antisipasi peningkatan peserta rapid test antigen dengan menambah petugas pelayanan di stasiun. Serta menata alur layanan tersebut dengan lebih teratur.
“Dalam pengoperasian kereta api di tengah pandemi Covid-19 ini, kami berkomitmen tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan demi memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan sekaligus agar terhindar dari penyebaran virus tersebut di lingkungan kereta api,” tutup Joni.[prs]