Realitarakyat.com – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan jika saat ini masih ada 116 RT yang terendam banjir di Ibu Kota. Jumlah ini setara dengan 0,38 persen dari keseluruhan RT di DKI yang berjumlah 30.470.
Hal ini disampaikan Anies saat mengunjungi ‘Operasi Jayakarta Bermasker’ di Jl. Pulo Gebang, Jakarta Timur, Selasa (9/2/2021).
“Lalu dari 30.470 RT saat ini ada 116 RT yang di situ ada genangannya yaitu 0,38 persen jadi ada sekitar total 116 RT dari 30.470 RT di Jakarta,” kata Anies.
“Di Jakarta total ada 30.470 RT seluruh wilayah Jakarta. Alhamdulillah dalam musim penghujan dan beberapa waktu ini mayoritas terkendali dengan baik,” lanjutnya.
Anies mengatakan Pemprov DKI Jakarta terus berupaya menyurutkan genangan di sejumlah wilayah. Anies menyebut situasi di DKI Jakarta saat masih terkendali. Ia optimistis DKI Jakarta dapat menghadapi musim hujan dengan baik.
“Tempat pengungsian antara dan alhamdulillah kondisi secara umum terkendali. Jadi kita tiga kata kunci 1 siaga, 2 tanggap, 3 galang. Insyaallah kita akan bisa melewati masa musim penghujan ini dengan baik,” ujarnya.
Mantan Mendikbud ini menuturkan ada dua prinsip penanganan banjir yang dipegang oleh jajaran Pemprov DKI. Pertama, banjir atau genangan air harus surut dalam kurun waktu 6 jam setelah hujan turun. Kedua, memastikan tak ada korban jiwa atas peristiwa ini.
“Prinsip kita ada 2 ukurannya. Satu bila terjadi hujan lebat maka harus dipastikan jika muncul genangan 6 jam sesudah hujan berhenti genangan itu ditargetkan harus sudah bisa kering. Yang kedua tidak boleh ada korban jiwa. Dua itu adalah KPI (key performa ce indicator) yang dipakai oleh seluruh jajaran,” tegasnya.
Sebelumnya pada Senin (8/2/2021), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mencatat ada 42 RW dan 150 RT di Jakarta yang masih terendam banjir hingga siang tadi. Ketinggian air paling tinggi mencapai 275 cm.
Data tersebut diperbaharui BPBD DKI Jakarta per pukul 12.00 WIB. Banjir ini tersebar di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.[prs]







