Usai Giring, Kini Prasetyo Edi Sebut Anies Pembohong

dki
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi /Net

Realitarakyat.com – Kondisi perpolitikan di ranah ibu kota kini mulai menghangat.

Sebelumnya, Plt. Ketua Umum PSI Giring Ganesha memberikan pernyataan dengan nada menyerang kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Mantan vokalis band Nidji itu menyebut Anies sebagai pembohong dan memanfaatkan momentum Formula E untuk kepentingan Pilpres 2024 mendatang.

Baru-baru ini, serangan serupa dilontarkan oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Prasetyo Edi Marsudi.

Edi Marsudi meminta Anies Baswedan untuk berhenti berbohong perihal Pemilihan Gubernur 2024.

Menurutnya, Anies seolah telah menuding pemerintah pusat untuk sengaja memundurkan Pemilihan Gubernur sampai 2024.

“Jangan membuat seakan-akan Pemerintah Pusat mengundurkan Pilgub DKI untuk mengganjal ambisi politik Anies,” kata Edi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (9/10/2021).

Edi menjelaskan, pelaksanaan Pilgub diatur dalam Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016 yang disahkan setahun sebelum Anies menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Menurutnya, berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016 itu pula yang menjadikan Anies sebagai Gubernur DKI pada Pilgub 2017 lalu.

Dalam Undang-Undang itu juga disebutkan secara tegas bahwa pelaksanaan Pilgub DKI dilaksanakan pada 2024.

Sebagai informasi, Gubernur Anies Baswedan dalam acara Workshop Nasional DPP PAN yang disiarkan di akun Youtube PAN TV, Rabu 6 Oktober 2021, menyebut ingin kembali bertarung di Pilkada DKI Jakarta jika tidak diundur ke tahun 2024.

Anies mengakui sudah mempersiapkan agar pada tahun terakhir masa jabatannya dimanfaatkan untuk kampanye jika Pilkada DKI masih diselenggarakan pada Tahun 2023.

“Dulu rencananya nanti tahun terakhir, (kalau ada pilkada tahun 2023), baru mulai kampanye,” ujarnya.

Sayangnya, harapan Anies pupus karena Pilkada DKI diundur ke tahun 2024. Untuk itu, pada tahun terakhir masa jabatanya, Anies akan memanfaatkan momentum tersebut dengan terus bekerja menuntaskan program-program yang sudah dicanangkan.

“Ternyata enggak ada pilkada tahun depan. Jadi ya sudah, kita kerja terus saja, gitu kan. Enggak ada kampanye tahun depan. Kalau ada Pilkada tahun depan kita kampanye, tetapi karena enggak ada pilkada ya sudah kita terusin saja kerja sampai akhir,” tuturnya.

Loyalis Anies, Geisz Chalifah sebelumnya menuding ada aksi penjegalan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, menjelang Pemilu 2024.[prs]