Realitarakyat.com – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjafudian mendukung langkah pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) serentak mulai Senin (3/1) kemarin.
Menurut Hetifah, pelaksanaan PTM serentak ini merupakan solusi terbaik untuk anak, lantaran hampir dua tahun hanya belajar melalui daring.
“Kita sudah hampir memasuki 2 tahun belajar di rumah dan dampak learning lossnya luar biasa bagi anak. Kemampuan literasi anak SD kelas 1 Indonesia tertinggal 6 bulan dan numerasi setara tertinggal 5 bulan belajar. Suka tidak suka, PTM adalah satu-satunya jalan,” kata Hetifah dalam keterangannya, Rabu (5/1).
Lebih lanjut, Hetifah merasa pelaksanan PTM aman dilakukan lantaran pemerintah juga meminta penerapan protokol kesehatan (prokes) ketat saat pelaksanaannya.
“Kemendikbudristek menelurkan berbagai peraturan terkait PTM dalam SKB 4 Menteri. Termasuk di dalamnya persyaratan kelengkapan vaksinasi dan protokol kesehatan. Contohnya di Jakarta, tingkat vaksinasi masyarakat umum diatas 120% dan pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) diatas 80%. Tentu ini mendukung keamanan kegiatan PTM 100% di Jakarta,” ujar politisi Golkar tersebut.
Meski optimis, Hetifah tetap menekankan pentingnya sinergi penerapan protokol kesehatan di sekolah.
“Saat ini, Omicron mulai merebak di Indonesia. Oleh karena itu, walau kita optimis PTM akan berjalan lancar, protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan dengan tegas. Guru harus menjadi contoh yang baik bagi murid dan memastikan protokol kesehatan di sekolah, orang tua harus menyiapkan kelengkapan penunjang protokol kesehatan anak, murid juga harus patuh aturan,” legislator asal Dapil Kaltim ini.
Terakhir, politikus Golkar ini juga meminta para orang tua murid untuk mendukung kebijakan PTM ini.
“Jika sekolah sudah memenuhi persyaratan, maka wajib melaksanakan PTM dan tidak ada opsi PJJ. Saya berharap agar orang tua memahami urgensi PTM dan mendukung kebijakan ini,”tandasnya.[prs]






