Gibran Akui Jawa Tengah Sulit Ditaklukan

Gibran
Wali Kota Solo, sekaligus cawapres Gibran Rakabuming Raka. //NET

Realitarakyat.com – Bacawapres Koalisi Indonesia Maju atau KIM Gibran Rakabuming Raka mengakui bahwa wilayah Jawa Tengah sulit ditaklukan.

Itu sebabnya Gibran buru-buru ‘tancap gas’ safari politik di daerah Jawa Tengah usai mendaftar ke KPU. Terlebih, saat ini wilayah Jateng bukan basisnya.

“Ini hari pertama saya muteri Jawa Tengah. Kenapa Jawa Tengah harus saya puteri dulu, karena Jawa Tengah ini paling berat,” kata Gibran saat menghadiri dialog di Joglo Jembar Keji Muntilan dilansir, Sabtu (28/10).

Dia berharap, relawan yang berada di Jawa Tengah bisa bekerja keras. “Makanya bapak ibu semua, teman-teman relawan, ini nanti kerja kerasnya lebih difokuskan di Jawa Tengah,” kata Gibran.

Pasalnya, kata putra sulung Presiden Jokowi itu, wilayahnya tidak mudah karena bukan basis suaranya lagi setelah dipinang Koalisi Indonesia Maju atau KIM menjadi cawapres.

“Jawa Tengah ini tidak mudah. Bukan basis kita. Dulu, basis kita. Dan saya meyakini, bapak ibu, kalau sekarang itu warga lebih kritis, lebih melek, bisa lihat YouTube, bisa lihat pemberitaan online. Saya yakin, sekarang kalau dilihat itu pasti tokohnya,” beber dia.

Dalam silaturahmi dan dialog tersebut juga dihadiri Mantan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo. Suami Selvi Ananda itu menyampaikan jika Jateng akan menjadi medan pertempuran di Pilpres 2024 mendatang. Ke depannya, Gibran akan lebih banyak untuk melakukan blusukan di Jawa Tengah.

“Sekali lagi, bapak ibu. Jawa Tengah ini tidak mudah. Jawa Tengah ini nanti benar-benar jadi medan pertempuran. Mungkin nanti saya 60 persen, blusukannya ada di Jawa Tengah juga,” tegas Gibran disambut tepuk tangan hadirin yang hadir.

Sebelumnya, Gibran sowan kepada KH Agus Ali Qoishor atau Gus Ali di Watucongol Gunungpring Muntilan, Kabupaten Magelang. Kedatangan Gibran untuk meminta doa restu kepada Gus Ali.