PBB Ingin Yusril jadi Pendamping Prabowo di Pilpres 2024

Yusril
Yusril Ihza Mahendra dan Prabowo Subianto. //Net

Realitarakyat.com – Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) Masrur Anhar mengatakan, pihaknya menunggu sikap Presiden Jokowi yang menyetujui jika Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra dicalonkan sebagai calon wakil presiden.

Hal itu dikatakan Masrur ketika Presiden Jokowi hadir dalam Rakornas PBB di Kelapa Gading.

“Pernah diucapkan oleh Bapak Presiden pada waktu rakornas di Kelapa Gading, ketika itu bulan Januari. Beliau mengatakan saya setuju andai kata Prof Dr Yusril dicalonkan bakal calon presiden, dan itu bukan diucapkan sekali, berkali-kali dalam satu pidato,” ujar Masrur di hadapan para kader, Sabtu (30/9).

Partainya, kata dia bakal berusaha keras untuk membawa Yusril menjadi pendamping Prabowo. Dia menyatakan pun tak akan menyerah sampai waktu pendaftaran capres-cawapres dibuka.

“Salah satu syarat yang harus kita perjuangkan dalam rangka meng-golkan, dalam rangka memperjuangkan, dalam rangka mendorong ketua umum kita menjadi cawapres adalah kita bekerja terus, bergerak terus sampai titik akhir pendaftaran,” jelas dia.

“Jadi sebelum pendaftaran ditutup, maka peluang otonom kita menjadi cawapres masih terbuka lebar. Harus kita yakinkan kepada diri kita, tanpa koma,” katanya.

Masrur optimis mengusung Yusril menjadi pendamping Prabowo, sebab menurutnya Yusril telah mendapat dukungan dari Jokowi. Karena itu Masrur menyebut kini tinggal menunggu tanggapan dari Jokowi.

“Pak Yusril menjadi cawapres, berhasil diantarkan ke Istana. Nggak susah. Kita tinggal menunggu bagaimana sikap atau bagaimana tanggapan Pak Jokowi, Pak Lurah kita,” klaimu.

Dia pun lantas berharap dapat bertemu dengan Jokowi. Tujuannya, lanjut dia, untuk mengingatkan terkait dukungan yang pernah disampaikan Jokowi kala itu.

“Kan dulu beliau mengatakan syaratnya kalau ada kendaraan yang mencapai 20 persen. Sekarang sudah ada persen gabungan antara Golkar, PAN, serta Gerindra,” ucapnya.

“Sudah lebih, jadi sebetulnya kalau pakai hitung-hitungan kita tidak ada alasan lain selain Pak Yusril yang menjadi cawapres yang mendampingi Pak Prabowo Subianto,” beber dia.