Penjelasan Ahmad Basarah soal Isu Tiga Periode

Ahmad Basarah
Politisi PDIP Ahmad Basarah. //NET

Realitarakyat.com – Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah memberikan penjelasan mengenai pernyataan politikus PDIP Adian Napitupulu, Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto tentang isu tiga periode.

Basarah melihat itu tidak saling bertentangan. Basarah pun lantas memberikan penjelasan bahwa apakah Presiden Jokowi meminta ke Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengubah konstitusi.

“Saya uraikan pernyataan Mbak Puan saat menjelaskan tentang tiga periode itu adalah pertanyaan tentang apakah Pak Jokowi pernah secara langsung meminta kepada Ibu Mega untuk mengubah konstitusi dari masa periode dua periode menjadi tiga periode,” kata Basarah kepada wartawan di Sekolah Kader PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (28/10).

Disini, kata dia, Puan menjawab konten yang dilihatnya. Padahal, Puan tidak pernah mendengar Presiden Jokowi meminta langsung untuk perubahan masa jabatan menjadi tiga periode.

“Pernyataan Mbak Puan itu benar, memang Pak Jokowi tidak pernah secara langsung menyampaikan keinginannya untuk meminta kepada Ibu Megawati mengubah UUD 1945 dari dua periode menjadi tiga periode,” katanya.

Sementara, pernyataan Adian, kata Basarah bahwa isu tersebut muncul dari orang yang membantu Jokowi. Hal itu, menurutnya, bisa dilihat melalui jejak digital yang ada.

“Saya kira di Google kita bisa lihat rekam jejak digitalnya, banyak pejabat-pejabat pemerintahan Presiden Jokowi yang menyampaikan gagasannya, keinginannya, untuk mengubah masa jabatan presiden dari dua periode menjadi tiga periode,” beber dia.

Sedangkan, Hasto, kata Basarah, mengkonfirmasi tentang pengalamannya terkait hal tersebut. Bahwa adanya pejabat pemerintah Jokowi yang menyampaikan keinginannya menjadi tiga periode masa jabatan presiden.