Novel Baswedan Sebut Firli Bahuri Pakai KPK untuk Berlindung dari Proses Penegakan Hukum

  • Bagikan
Novel Baswedan Sebut Firli Bahuri Pakai KPK untuk Berlindung dari Proses Penegakan Hukum
Wakil Ketua Satgas Khusus Pencegahan Tipikor Polri Novel Baswedan. //NET
image_pdfimage_print

Realitarakyat.com – Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengomentari pernyataan Ketua KPK, Firli Bahuri dalam konferensi pers pada Senin pagi (20/11).

Dalam pernyataannya, Firli mengaku dirinya saat ini sedang berada diposisi yang sulit. Sebab, dirinya sedang melawan serangan balik dari para koruptor.

Menurut Novel, Firli sedang menggunakan KPK sebagai tameng untuk berlindung dari proses penegakan hukum kasus dugaan pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

“Seharusnya pimpinan KPK lainnya marah, ketika Firli menggunakan KPK untuk berlindung saat dirinya akan dijerat pidana karena perbuatannya sendiri,” kata Novel dalam keterangannya.

Menurut Novel, Firli sedang menghina KPK saat menggelar konferensi pers dimaksud. Ia pun meminta Firli untuk tidak lagi memainkan diksi serangan balik koruptor atau corruptor fight back.

“Dalam pernyataannya, Firli mengesankan bahwa seolah KPK sedang bermasalah, padahal pribadi Firli yang bermasalah atas dugaan tindak pidana korupsi,” ucap Novel.

Lagi pula, kata Novel, sampai sekarang tidak ada pegawai KPK ataupun aktivia antikorupsi yang membela Firli. Oleh karena itu, dia meminta Polda Metro Jaya segera me mnuntaskan kasus dugaan pemerasan ini.

“Semoga saja Polri segera menuntaskan pengusutan terhadap Firli,” kata dia.

Sementara itu, Indonesia Memanggil (IM57+) Institute menilai Firli tidak pernah menjadi bagian dari perlawanan dan pemberantasan korupsi.

“Firli Bahuri harus berhenti memainkan diksi serangan balik koruptor, justru pemberantasan korupsi dan kinerja KPK memburuk sampai ke titik nadir di bawah kepemimpinan dirinya,” ucap Ketua IM57+ Institute M. Praswad Nugraha.

Praswad juga meminta Firli berhenti menggunakan KPK untuk melindungi dirinya dari kasus dugaan pemerasan terhadap SYL. Hal itu akan merusak muruah KPK sebagai lembaga anak kandung reformasi.

“Kasus yang menjerat Firli Bahuri adalah murni perkara tindak pidana korupsi dugaan pemerasan kepada SYL, tidak ada hubungannya sama sekali dengan serangan balik koruptor seperti klaim sdr. Firli Bahuri,” tambah Praswad yang sempat menangani kasus korupsi bansos Covid-19 mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara dkk.

Sebelumnya, Firli menggelar konferensi pers untuk merespons dinamika pemberitaan setelah pemeriksaannya sebagai saksi di Bareskrim Polri pada Kamis, 16 November 2023.

Salah satu poin yang disampaikan adalah, meskipun diduga terlibat dalam kasus dugaan pemerasan terhadap SYL, Firli menyatakan tidak akan mundur menghadapi situasi yang dianggapnya sebagai serangan balik koruptor.

“Saya juga tidak pernah kecewa kepada negara karena pada prinsipnya negara ini membutuhkan pengabdian terbaik dari seluruh anak bangsa dan seluruh penegak hukum untuk tidak mundur dari suatu hadapan tentang kebatilan, terutama menghadapi serangan balik para koruptor,” ujar Firli saat konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK.[prs]

  • Bagikan