Realitarakyat.com – Dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Permata Dalima Serpong, dr. Surya Ulhaq, Sp.PD mengimbau, pemudik mencukupi konsumsi cairan selama perjalanan mudik.
Pemenuhan cairan selama perjalanan mudik itu agar kondisi tubuh tetap sehat dan prima sampai di lokasi tujuan.
“Ingat, di jalan banyak polusi dan berbagai zat beracun. Kalau kurang cairan dan itu masuk ke dalam tubuh, nanti jadi susah bagi tubuh kita mengurai (kandungan dalam) polusi itu,” kata dia dalam webinar yang diikuti, Minggu (7/4).
Selama berada di perjalanan mudik, kata dia, tubuh manusia rentan terkena berbagai bentuk polusi seperti polusi udara yang disebabkan oleh asap kendaraan bermotor.
Adapun bila kebutuhan cairan dalam tubuh kurang, dikhawatirkan berbagai zat berbahaya yang bertebaran di jalan masuk ke dalam tubuh dan menurunkan imunitas pemudik.
Sehingga, masyarakat yang dalam perjalanan mudik perlu membawa air putih sebagai salah satu bekal yang dipersiapkan selama di perjalanan dan memperbanyak konsumsi makanan yang tinggi serat.
Disarankan juga untuk menghindari minuman-minuman yang rasanya manis atau mengandung soda.
Dengan memperhatikan kebutuhan cairan tubuh, maka tubuh juga tidak akan terkena dehidrasi.
“Kita bisa bekal buah-buahan yang kaya air juga, misalnya semangka atau pir, itu bagus,” ujar Surya.
Hindari Minuman Manis
Hal yang sama juga disampaikan Dokter Spesialis Urologi Rumah Sakit Abdi Waluyo dr.Samycha Jusuf, Sp.U.
Para pemudik juga disarankan Jusuf untuk menghindari minuman manis seperti teh dan kopi.
Dengan menghindari minuman manis, tentunya bisa membantu pemudik terhindar dari kondisi meningkatnya frekuensi berkemih atau ingin buang air kecil semakin meningkat di malam hari, terutama bagi pemudik yang menderita pembesaran prostat
“Jangankan waktu Lebaran, saat bulan puasa pun dengan menggunakan teh, itu pasti frekuensi berkemih malamnya saja sudah meningkat,” kata dia.
Diketahui, sekitar 193,6 juta orang atau 71,7 persen dari total penduduk melakukan perjalanan mudik selama periode Lebaran 2024.
“Kami melakukan prediksi berdasarkan pemetaan dari tanggal-tanggal libur yang telah ditetapkan,” kata Kepala Badan Transportasi Kementerian Perhubungan Robby Kurniawan dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (17/3).
Masyarakat yang melalukan perjalanan mudik adalah 52 persen untuk merayakan Idul Fitri di kampung halaman.
Kemudian, 35,2 persen tradisi mengunjungi sanak saudara di kampung, dan 10,6 persen memanfaatkan waktu libur Lebaran untuk berkunjung ke tempat wisata.







