Realitarakyat.com – Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Barat AKBP Edwin Affandi mengatakan, pihaknya akan melakukan sejumlah langkah dalam mengantisipasi macet parah di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada arus wisata atau arus balik Lebaran 2024.
Edwin memperkirakan kawasan Puncak hanya akan dipadati oleh wisatawan, tetapi nyatanya jalur tersebut dipadati juga oleh masyarakat yang punya aktivitas lain.
Pada tahun 2024 ini, menurutnya rekayasa lalu lintas dilakukan dengan cara berbeda.
“Jadi sekarang kita lebih menghitung jumlah kendaraan yang naik (ke arah Puncak), maupun turun,” kata Edwin saat ditemui di Pos Pengamanan Terpadu Gadog, Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/4).
Jalan raya di kawasan Bogor ini memiliki kapasitas yang sama setiap tahunnya. Untuk itu, menurutnya kapasitas kendaraan yang akan memasuki kawasan tersebut pun dibatasi dengan sejumlah rekayasa lalu lintas.
“Apabila kita selalu memprioritaskan kendaraan yang akan naik, tentunya orang yang dari Cianjur menuju Gadog ini akan terhambat,” katanya.
Selain itu, menurutnya rekayasa lalu lintas satu arah atau one way diberlakukan dengan mempertimbangkan kondisi kepadatan kendaraan di Puncak. Bahkan pada H+2 ini, polisi pun lebih memprioritaskan one way bagi kendaraan yang keluar dari kawasan wisata tersebut.
Dia juga mengatakan pada tahun 2024 ini pihaknya lebih banyak menyiagakan personel kepolisian di lapangan, khususnya di beberapa titik yang dianggap rawan terjadi kemacetan. Dengan begitu, menurutnya diharapkan tidak akan ada hambatan-hambatan arus lalu lintas.
“Puncak ini bukan hanya tujuan wisata, jalur Puncak juga digunakan oleh para pengguna jalan (lainnya),” katanya.
Sebelumnya pada momen libur Lebaran tahun 2023, jalur wisata kawasan Cianjur mengalami kemacetan yang menyebabkan masyarakat terhambat selama berjam-jam. Bahkan kepolisian pun pada saat itu sempat menutup secara total arus kendaraan dari arah Cianjur.
Berlakukan One Way
Untuk mengurai kemacetan di jalur tersebut, Polda Jawa Barat memperpanjang durasi pemberlakuan rekayasa lalu lintas satu arah atau one way menuju ke arah Jakarta pada Jumat atau H+2 Lebaran 2024.
Rekayasa itu diberlakukan karena arus kendaraan dari arah Bogor meningkat pada Jumat ini dibandingkan hari sebelumnya. Dengan rekayasa itu pun dilakukan guna mengurai kepadatan.
“Kita lihat bahwa tidak hanya orang yang kembali dari Bogor tapi juga orang yang bergerak dari arah Cianjur, Sukabumi dan sekitarnya yang melintas di Puncak,” kata Edwin.
One way di jalur wisata Bogor diberlakukan dua kali, yakni one way dari simpang Gadog (arah Jakarta) ke arah Bogor pada pagi hingga siang, dan one way dari Bogor ke arah Gadog (arah Jakarta).
Pada hari sebelumnya, one way sesi kedua yakni dari Puncak ke arah Gadog berlaku pada pukul 11.30 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Namun pada H+2 ini, one way pada sesi tersebut diperpanjang hingga pukul 19.00 WIB.
Sejauh ini, dia mencatat bahwa sudah ada sekitar 80 ribu kendaraan yang melintas di kawasan Bogor, baik dari arah Jakarta maupun dari arah Cianjur.
Menurutnya, jumlah kendaraan tersebut berpotensi meningkat di hari selanjutnya menjelang akhir libur Lebaran 2024.
Dia mengatakan bahwa Bogor bukan hanya merupakan jalur tujuan wisata, melainkan juga jalur arteri bagi masyarakat antar daerah, sehingga kepadatan yang terjadi di kawasan tersebut pun bukan terjadi dikarenakan masyarakat yang berwisata saja.
“Oleh karena itu, kita berhentikan dulu kendaraan yang mengarah ke atas, pada prinsipnya bergantian,” kata dia.







