News  

Catat BMKG Tegaskan Gempa yang Guncang Bali Sabtu Kemarin Bukan Megathrust

Gempa Bumi
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono. //NET

Realitarakyat.com – Gempa dengan magnitudo 4,9 yang mengguncang Bali, Sabtu, 7 September 2024 bukan bagian dari megathrust.

Kepastian gempa itu bukan megathrust diungkakan Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono melalui radio siaran.

Menurut Daryono ada dua sumber gempa yaitu pertama karena tumbukan antar lempeng atau yang dikenal Megathrust.

Sedangkan yang kedua adalah karena pergeseran antara rekahan di lempeng atau yang disebut sesar aktif.

“Kalau di Gianyar ini akibat dari dalam bagian lempeng yang retak (rekah), kemudian ada dorongan tektonik maka terjadi pelepasan energi atau gempa,” katany.

Menurutnya, gempa ini termasuk dalam kategori gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif di darat. “Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif di darat,” ujarnya Sabtu, 7 September 2024.

Dikatakannya, karakteristik gempa dangkal lazimnya ada gempa susulan, tercatat ada lima kali gempa susulan dengan kekuatan terbesar magnitudo 2,6. “Patut disukuri pelepasan energinya sekarang, sehingga kekuatannya tidak terlalu besar dan merusak,” ujarnya.

Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan, episenter gempa terletak pada koordinat 8,52° Lintang Selatan dan 115,35° Bujur Timur. Tepatnya di darat, sekitar 2 kilometer timur laut Gianyar, Bali, dengan kedalaman 10 kilometer.

Guncangan akibat gempa ini dirasakan dengan intensitas III-IV MMI (Modified Mercalli Intensity) di Gianyar, serta III MMI di sejumlah wilayah lainnya. Yakni seperti Tabanan, Badung, Denpasar, Klungkung, serta beberapa daerah di Pulau Lombok, yaitu Mataram, Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat.***