Realitarakyat.com – Program beasiswa Eramet telah menjadi angin segar bagi mahasiswa, khususnya yang berasal dari Indonesia Timur.
“Saya sangat mengapresiasi seluruh elemen yang menolong atau mensupport. Saya juga sangat berterima kasih kepada Eramet yang telah mendukung pendidikan mahasiswa di daerah timur,” kata Nikson, salah seorang penerimanya, di Jakarta, Jumat (22/11/2024).
Hal senada juga disampaikan penerima beasiswa lainnya, Audia Kesma Andini. Ia mengatakan, beasiswa ini sangat membantu, terutama untuk perempuan yang berkarir di bidang pertambangan.
“Eramet ini juga merupakan salah satu perusahaan tambang, jadi sangat membantu kami yang ingin berkecimpung di bidang ini. Apalagi di Maluku Utara, ada banyak perempuan yang terjun di pertambangan dibandingkan laki-lakinya,” katanya.
Keduanya berharap, agar dapat kembali ke daerah asal setelah lulus dan berkontribusi pada pembangunan daerah. “Kami ingin membangun daerah kita sendiri, terutama dalam hal keselamatan kerja di sektor pertambangan yang perlu dibenahi,” kata keduanya.
Sementara itu, Founder Kitong Bisa Foundation, Billy Mambrasar mengungkapakn keunikan program Beasiswa Eramet. Menurutnya, beasiswa itu hadir dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan berbeda dibandingkan dengan program beasiswa lainnya.
“Keunikan beasiswa Eramet terletak pada proses seleksi yang ketat dan modul pembekalan yang wajib diikuti oleh para peserta. Modul ini tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga mempersiapkan keterampilan dasar untuk menghadapi tantangan akademis dan profesional,” kata Billy.
Selain itu, Beasiswa Eramet menawarkan program mentoring dan coaching yang lebih intensif dibandingkan beasiswa lainnya. Peserta akan mendapatkan pelatihan soft skill, pendampingan karir, dan bimbingan untuk memastikan penerima beasiswa sukses di dunia kerja.
“Program ini tidak hanya fokus pada pendidikan akademis, tetapi juga mengembangkan kemampuan bertahan hidup di dunia profesional. Kami ingin memastikan bahwa penerima beasiswa siap menghadapi berbagai tantangan karir di masa depan,” ujarnya.
Setelah menyelesaikan program, penerima beasiswa akan mendapatkan akses ke jaringan profesional yang lebih luas. Dengan hanya 42 posisi untuk ribuan pelamar, seleksi ini diperketat untuk memastikan mereka yang benar-benar siap lah akan terpilih.***







