Realitarakyat.com – Masyarakat Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta waspada erupsi susulan dan banjir lahar dingin Gunung Lewotobi Laki-laki.
Maka, meski sudah terjadi erupsi besar, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM, masih menyematkan status Awas atau level empat untuk gunung itu.
“Warga terdampak perlu berhati-hati, kami menerapkan status level tertinggi empat atau awas. Waspada banjir lahar karena hujan turun dan berbahaya di area sungai yang berhulu di Lewotobi,” kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM (PVMBG), Hadi Wijaya, Selasa (5/11/2024).
Hadi juga meminta agar masyarakat memakai masker mengantisipasi dampak abu vulkanik seperti gangguan pernafasan. Pada erupsi yang terjadi, Selasa (5/11/2024), Gunung Lewotobi melontarkan abu vulkanik dengan ketinggian 1.000 meter.
Masyarakat diminta untuk tidak beraktivitas pada radius tujuh kilo meter. Pascaerupsi 1 November 2024 pukul 23.57WITA, Gunung Lewotobi beberapa kali erupsi.
Yakni, pada 4 November 2024 dengan kolom abu teramati 300 meter diatas puncak. Selanjutnya, erupsi kembali terjadi pada Selasa (5/11/2024) pagi dengan ketinggian kolom abu 300 meter diatas puncak.
Erupsi pada hari yang sama tercatat pukul 16. 26WITA. Saat itu, kolom abu teramati 1.000 meter di atas puncak.
Hadi memastikan, puncak erupsi terjadi pada 1 November karena ada lontaran pijar yang merusak bangunan. Sedangkan tingginya erupsi pada awal November, diluar prediksi.
“Ternyata mengejutkan karena kami memperluas 3, 5 kilo meter dan aman. Ternyata kejadian tengah malam, lontaran batu pijar lebih dari empat kilo bahkan enam kilo meter,” ucapnya.
Hadi menjelaskan tingginya daya ledak karena ada sumbatan kawah yang membuat energi tersimpan semakin besar. Pihaknya akan menerjunkan tim untuk pengecekan peratan di sekitar Gunung Lewotobi.***







