Realitarakyat.com – Program inpres jalan desa (IJD) warisan Pemerintahan Joko Widodo akan diteruskan Kementerian Pekerjaan Umum pada Tahun 2025.
Untuk melanjutkan program IJD tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum mengusulkan anggaran sebesar Rp15 triliun.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, pihaknya mengusulkan agar IJD dilanjutkan. Namun, ia belum dapat memastikan berapa rincian panjang jalan yang disasar tahun depan.
Selain itu, juga diperlukan Intruksi Presiden (Inpres) baru, mengingat pemerintahan telah berganti. “Yang kemarin belum dilakukan, diusulkan tahun depan, tapi pasti adalah (usulan dilanjutkan, red),” ujarnya, Jumat (13/12/2024).
Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti menambahkan, pada tahun 2024 ini, pihaknya mengajukan anggaran untuk IJD sekitar Rp15 triliun. Namun, yang cair hanya sekitar Rp 900 miliar.
Sehingga, direncanakan untuk melanjutkan program ke ruas-ruas jalan yang belum sempat ditangani. “Rancangan tahun depan itu Rp15 triliun, karena tahun ini cuma dikasih Rp900 miliar,” ujarnya.
Diana menyebut usulan tersebut juga telah disampaikan kepada Kementerian Keuangan. Lengkap dengan data-data yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaannya.
Ia optimistis, program ini bisa berlanjut tahun depan. “Kalau datanya sudah komplit, nanti kan tinggal pelaksananya,” ucapnya.
Program Inpres Jalan Daerah sendiri sebelumnya dilakukan di masa pemerintahan Presiden RI ke-7, Joko Widodo. Yakni, melalui Inpres No. 3 Tahun 2023 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah.***







