Kemenlu RI Bantu Seorang WN Malayasia Keluar dari Yaman

Kemenlu RI Bantu Seorang WN Malayasia Keluar dari Yaman
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha.. //Net/dok. antaranews.com

Realitarakyat.com – Seorang mahasiswa Warga Negara Malaysia dibantu Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dan KBRI di Muscat, Oman, meninggalkan Yaman Utara menyusul situasi berstatus siaga satu akibat konflik senjata dengan Israel.

Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Judha Nugraha mengatakan, dalam evakuasi gelombang pertama ini, selain sejumlah WNI, ada satu warga Malaysia ikut dipulangkan dari Yaman Utara.

“Evakuasi ini atas permintaan Pemerintah Malaysia yang disampaikan melalui KBRI di Muscat,” kata Judha, di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (22/5/2025).

Ia menuturkan bahwa proses evakuasi gelombang pertama dijalani melalui jalur darat dari Yaman Utara menuju Rumah Pelindungan KBRI Muscat di Kota Tarim. Lokasinya berada di Yaman Selatan, yang ditempuh selama 35 jam perjalanan.

Kemudian, rombongan melanjutkan perjalanannya ke Salalah, Oman, pada 21 Mei 2025. Setelah itu, satu mahasiswa diterbangkan menuju Kuala Lumpur, dan delapan lainnya ke Bandara Soekarno-Hatta.

“Untuk delapan mahasiswa dan pekerja migran Indonesia setelah sampai di Bandara Soekarno-Hatta dan langsung dijemput oleh perwakilan daerah masing-masing. Mereka langsung dipulangkan ke Banten, Jakarta, Jawa Timur, NTB, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Judha mengungkapkan wilayah Yaman Utara yang berstatus siaga satu meliputi Hudaidah, Sana’a, Dhamar, Taizz, dan Turbah. “Langkah pelindungan telah diambil pemerintah, antara lain koordinasi intensif dengan kementerian/lembaga terkait dan pembaruan data WNI di Yaman,” kata dia.

Ia mengimbau kepada WNI yang hendak menjalani atau yang berada di Yaman untuk tetap waspada dan menghindari lokasi yang rawan maupun kerumunan massa. Serta, meminimalisir pergerakan yang tidak perlu, serta menjalin komunikasi erat dengan KBRI Muscat.

Diketahui, Kemlu RI mengevakuasi gelombang pertama terhadap 14 jiwa dari Yaman Utara. Namun, yang tiba di Tanah Air melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta baru 8 mahasiswa dan satu pekerja migran Indonesia.

Sedangkan untuk evakuasi WNI gelombang kedua dari Yaman, Kementerian Luar Negeri RI berencana mengeluarkan 18 orang dari negara tersebut. Mereka umumnya terdiri dari perempuan, anak, dan lanjut usia (lansia).

Judha mengungkapkan, wilayah Yaman yang berstatus siaga satu meliputi Hudaidah, Sana’a, Dhamar, Taizz, dan Turbah.

Ia mengimbau kepada WNI yang berada di Yaman untuk tetap waspada dan menghindari lokasi yang rawan maupun kerumunan massa. Serta, meminimalisir pergerakan yang tidak perlu, dan menjalin komunikasi dengan KBRI Muscat. ***