Guru Sekolah Rakyat Libatkan Lulusan PPG

Guru Sekolah Rakyat Libatkan Lulusan PPG
Menteri Sosial tinjau calon sekolah rakyat. (Kemensos RI)

Realitarakyat.com – Guru untuk Sekolah Rakyat akan melibatkan peserta Pendidikan Profesi Guru yang baru lulus.

Mereka disedikan Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru (GTKPG) Kemendikdasmen.

“Dan kami yang akan menyiapkan kandidatnya (Guru sekolah Rakyat). Jadi dari kandidat kami yang guru sudah berserdik itu kita akan siapkan 3 kali lipat jumlahnya untuk diseleksi oleh Mensos,” kata kata Direktur Jenderal GTKPG, Nunuk Suryani di kantornya, Rabu (4/6/2025).

Nunuk mengatakan, pembukaan formasi akan dilakukan KemenpanRB berdasarkan usulan Kemensos. Lalu KemenpanRB akan membentuk panitia perekrutan yang di mana ada pihak Kemendikdasmen.

“Baru Kemenpan RB akan membentuk panselnas dimana salah satu anggotanya adalah Kemendidasmen untuk menyiapkan guru. Dan guru yang disiapkan sudah kita bicarakan prosesnya dan nanti kolaborasi,” kata Nunuk.

Kata Nunuk guru yang akan mengajar untu sekolah rakyat akan menetap di asrama. Serta, tidak mungkin melibatkan guru ASN yang telah senior, karena Indonesia sendiri masih kekurangan guru.

Sekolah Rakyat akan mulai beroperasi pada Juli 2025. Siswa yang bersekolah adalah mereka yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Mereka masuk desil 1 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Jumlah siswa di setiap sekolahnya diperkirakan 1.000 orang. Persebaran sekolah ada di 100 titik seluruh Indonesia.

Proses seleksi calon siswa dilakukan melalui verifikasi langsung oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) atau petugas Sentra Kemensos. Seleksi dilakukan dengan mensurvei langsung tempat tinggal siswa dan lewat asesmen.

Konsep Sekolah Rakyat adalah berasrama. Sehingga guru-guru juga harus siap tinggal di sekolah untuk mendampingi siswanya. ***