Realitarakyat.com – Dua anggota kelompok kriminal bersenjata Organisasi Papua Merdeka (KKB-OPM) berhasil ditembak mati Satuan Tugas Gabungan Tentara Nasional Indonesia (Satgab TNI) dan sejumlah dokumen aliran dana ilegal berhasil diamankan.
Peristiwa itu terjadi pada Hari Selasa (22/7/2025) di Kunga, Distrik Ilaga, dan Rabu (23/7/2025) di Gunalu, Distrik Onerik, Kabupaten Puncak.
Saat itu, TNI sedang melakukan operasi menindaklanjuti informasi masyarakat yang resah karena teror dari anggota KKB-OPM itu.
Di Kunga, TNI melumpuhkan Lison Murib alias Limar Elas, sedangkan di Gunalu Alena Murib alias Alerid Murib. Juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Sebby Sambon mengakui kematian dua anggotanya itu.
Lison Murib adalah buronan yang telah lama dicari Polri sejak April 2020. Ia terlibat penembakan warga sipil di area parkir gedung OB-1 Kuala Kencana, Mimika, 30 Maret 2020.
Aparat mencatat bahwa Lison Murib muncul di Kabupaten Puncak sebagai Komandan Batalyon Kunga OPM. Di Kunga, Satgas menemukan uang jutaan rupiah, senjata tajam, lima HP, satu HT, satu teropong, amunisi kaliber 5,56 mm.
Selain itu ditemukan pula dokumen dan barang pribadi yang mengindikasikan keterlibatan dalam jaringan separatis. Sementara di Gunalu, ditemukan uang puluhan juta rupiah, empat magazen, dan bendera Bintang Kejora.
Ditemukan pula cap stempel TPNPB, dokumen berisi permintaan dana, serta berbagai perlengkapan komunikasi dan logistik. Temuan uang tunai dan dokumen memperkuat dugaan aliran dana ilegal melalui permintaan paksa aparat pemerintah maupun perampasan.
Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi di Cilangkap, Jakarta, Selasa (29/72025), menyatakan operasi ini bagian Operasi Militer Selain Perang. Tugas ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan atas UU No. 34 Tahun 2004 tentang TNI.
Kapuspen TNI menegaskan tindakan prajurit dalam operasi ini dilakukan secara profesional sesuai peraturan yang berlaku. “Setiap tindakan prajurit TNI dilaksanakan secara profesional berdasarkan peraturan perundang-undangan,” katanya.
Di luar aspek penindakan, TNI tetap konsisten menjalankan pendekatan teritorial yang humanis dan dialogis. “Sebagai bagian dari upaya jangka panjang membangun stabilitas keamanan nasional terutama di Papua,” ujarnya. ***







