Realitarakyat.com – Beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijamin Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, sampai ke warung-warung kecil.
Dia juga mengungkapkan beras SPHP akan membanjiri pasar tradisional hingga ritel modern di seluruh pelosok Indonesia dengan harga terjangkau.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, Kamis (4/9/2025) distribusi beras dilakukan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Bulog.
“Dengan melimpahnya hasil panen, kami memastikan pasokan beras SPHP akan terus membanjiri pasar. Kami menjamin beras dengan harga terjangkau tersedia di pasar, ritel modern, hingga warung kecil,” kata Mentan.
Ia juga menegaskan, bahwa kenaikan harga beras adalah sebuah anomali (tidak wajar) dan bukan disebabkan kurangnya produksi. “Alhamdulillah, produksi beras kita aman dan ketahanan pangan kita cukup aman,” katanya.
Mentan mencatat (potensi) surplus beras hingga 3,7 juta ton hingga Oktober ini (data BPS). “Karena itu, kenaikan harga ini anomali, dan kami akan perbaiki,” ucap Mentan.
Pemerintah secara resmi meluncurkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Beras bulan Juli lalu. Program ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat, mengendalikan inflasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurut Badan Pangan Nasional Juli lalu, harga beras terjangkau sesuai pembagian zona yakni Zona 1 ((Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB, dan Sulawesi): Rp12.500/kg. Zona 2 (Sumatera selain Lampung dan Sumsel, NTT, dan Kalimantan) harga beras: Rp13.100/kg.
Sedangkan Zona 3 (Maluku dan Papua) harga beras Rp13.500/kg. Harga tersebut ditetapkan untuk menjaga keterjangkauan bagi masyarakat sekaligus memastikan distribusi yang merata di seluruh wilayah Indonesia.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh isu-isu yang tidak bertanggung jawab. “Kami menjamin stok beras, dan kami akan menindak tegas pihak-pihak yang sengaja menimbun atau melakukan spekulasi yang merugikan masyarakat,” katanya.
Pemerintah memastikan kondisi pasokan beras nasional sangat aman dan terkendali. Ini seiring dengan berlangsungnya panen raya di berbagai wilayah. ***







