Realitarakyat.com – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menilai pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai langkah diplomatik yang berani dan strategis.
Menurutnya, Prabowo tetap menempatkan prinsip keadilan dan kedaulatan sebagai fondasi utama dalam menyuarakan sikap Indonesia.
“Pernyataan Presiden Prabowo Subianto di forum PBB merupakan langkah diplomatik yang berani dan strategis, dengan tetap menempatkan prinsip keadilan dan kedaulatan sebagai fondasi utama,” kata Dave kepada wartawan di Jakarta, Rabu (24/9).
Legislator Fraksi Partai Golkar itu menegaskan bahwa opsi pengakuan terhadap Israel yang disampaikan Prabowo bukan bentuk kompromi, melainkan tawaran konstruktif yang mensyaratkan pengakuan penuh terhadap kemerdekaan Palestina terlebih dahulu.
“Ini mencerminkan posisi Indonesia yang konsisten dalam mendukung solusi dua negara, sebagaimana diamanatkan oleh berbagai resolusi internasional, termasuk Resolusi PBB 1967,” ujarnya.
Dave menilai pendekatan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia tidak sekadar bersuara di panggung internasional, tetapi juga menawarkan jalan keluar yang adil dan bermartabat bagi kedua pihak.
“Komisi I DPR RI akan terus mengawal kebijakan luar negeri Indonesia agar tetap berpijak pada konstitusi, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, dan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang berdaulat, berprinsip, dan dihormati di kancah global,” katanya.
Sebelumnya, dalam pidatonya di Sidang Umum ke-80 PBB pada Selasa (23/9), Presiden Prabowo kembali menegaskan dukungan Indonesia terhadap solusi dua negara (two-state solution) untuk Palestina dan Israel.
Ia menekankan bahwa pengakuan kemerdekaan Palestina dan jaminan keamanan Israel merupakan kunci menuju perdamaian yang sejati.
“Kita harus mendukung kemerdekaan Palestina yang merdeka, tetapi kita juga harus menghormati dan menjamin keselamatan Israel. Hanya dengan demikian kita dapat memiliki perdamaian yang sesungguhnya, tanpa kebencian dan kecurigaan,” ujar Prabowo dalam pidatonya yang disiarkan langsung melalui YouTube United Nations.






