Realitarakyat.com – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menegaskan pentingnya peran strategis industri dalam negeri dalam mendukung agenda pemerintah mempercepat transisi menuju energi terbarukan.
“Agenda pemerintah untuk mempercepat transisi energi harus seiring sejalan dengan penguatan industri dalam negeri yang berperan strategis dalam rantai pasoknya. Manfaat terbesar seharusnya didapatkan oleh industri nasional,” kata Eddy saat kunjungan kerja ke Kawasan Industri Kendal (KIK) dan pabrik sel serta modul surya terintegrasi terbesar di Asia Tenggara, PT Trina Mas Agra Indonesia (TMAI), Jumat (25/9).
Dalam kesempatan itu, Eddy didampingi Wakil Direktur PT TMAI Lokita Prasetya, Kepala Administrasi Kawasan Ekonomi Kendal (KEK) Tjerja Karya Adil, serta jajaran PT PLN Indonesia Power.
Eddy menilai potensi energi terbarukan Indonesia sangat besar, mencapai 3.600 gigawatt (GW), dengan 3.300 GW di antaranya berasal dari tenaga surya. Namun, hingga 2024, kapasitas terpasang energi surya baru sekitar 675 megawatt (MW).
“Perlu upaya lebih kuat untuk mendorong pemanfaatan energi surya agar kapasitasnya bisa masuk ke orde gigawatt dan memberi kontribusi signifikan pada bauran energi nasional,” ujarnya.
Ia berharap keberadaan PT TMAI dapat menjadi akselerator pengembangan energi surya di Indonesia sekaligus meningkatkan peran industri lokal dalam rantai pasok energi bersih.
Sementara itu, Wakil Direktur PT TMAI Lokita Prasetya menyampaikan apresiasinya atas dukungan Eddy. “Kami siap menjadi bagian dari rencana pemerintah untuk mempercepat transisi energi. Pesan Pak Eddy jelas, industri lokal harus berdaya dan berperan strategis,” katanya.







