KSP Qodari: Strobo dan Sirine Hanya untuk Kondisi Mendesak

KSP Qodari: Strobo dan Sirine Hanya untuk Kondisi Mendesak
Kepala KSP M Qodari. //net /dok. kompas.com

Realitarakyat.com – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari menegaskan komitmennya untuk tidak menggunakan strobo maupun sirine pengawalan, kecuali dalam kondisi benar-benar mendesak.

Pernyataan ini sejalan dengan gerakan stop tot-tot, wok-wok yang lahir dari kritik masyarakat terhadap penyalahgunaan fasilitas pengawalan oleh pejabat publik.

“Dari beberapa waktu lalu saya sudah berhenti menggunakan pengawalan motoris. Strobo hanya dipakai kalau memang betul-betul diperlukan, misalnya harus mengejar rapat penting,” ujar Qodari dalam keterangannya, Selasa (23/9).

Ia mencontohkan, bahkan ketika masih menjabat sebagai Wakil Kepala Staf, dirinya terbiasa bepergian tanpa pengawalan khusus. Qodari menekankan bahwa pejabat publik sebaiknya tidak menunjukkan kemewahan atau flexing di hadapan masyarakat.

“Saya jalan sendiri saja pakai mobil Innova, jam tangan Seiko. Nggak boleh flexing. Jadi pejabat publik itu jangan bermewah-mewah. Anggaran dari uang negara, uang negara dari pajak rakyat. Jangan sampai rakyat susah, pejabatnya senang-senang,” tegasnya.

Qodari menambahkan, saat ini ia tetap menggunakan mobil dinas sederhana sebagai KSP.

“Mobil dinas saya Kijang. Walpri memang ada karena baru dilantik, tapi strobo hanya digunakan saat benar-benar diperlukan,” katanya.