Realitarakyat.com – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menggelar rapat perdana secara virtual dengan seluruh Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) di 23 provinsi, Kamis (18/9).
Dalam arahannya, Mukhtarudin meminta BP3MI sebagai perpanjangan tangan Kementerian P2MI untuk meningkatkan pelayanan publik, mengingat lembaga ini merupakan ujung tombak pelindungan pekerja migran di daerah.
“BP3MI adalah kepanjangan tangan kita, ujung tombak di daerah. Oleh karena itu, kinerjanya ke depan harus semakin dikuatkan karena kita bersentuhan langsung dengan pelayanan publik,” ujar Mukhtarudin.
Ia juga menekankan pentingnya respons cepat dalam menangani berbagai persoalan pekerja migran, sekaligus menjaga komunikasi yang terbuka dengan masyarakat.
“Ruang komunikasi dengan publik jangan sampai tersumbat, jangan sampai terhambat,” tegasnya.
Selain itu, Mukhtarudin menyoroti masih minimnya sosialisasi prosedur migrasi aman. Ia meminta BP3MI aktif memberi edukasi, berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dan mengembangkan program seperti Desa Migran Emas yang sudah berjalan di beberapa wilayah Jawa.
“Ke depan, selain pelindungan, penempatan, dan vokasi, sosialisasi juga harus diperkuat. BP3MI harus aktif melakukan komunikasi dan koordinasi agar masyarakat paham prosedur migrasi yang aman,” jelasnya.
Mukhtarudin memastikan seluruh program yang sudah dijalankan oleh menteri sebelumnya akan tetap dilanjutkan dengan evaluasi dan perbaikan.
Program-program tetap kita lanjutkan dengan perbaikan, review, dan evaluasi,” pungkasnya.[prs]







