Realitarakyat.com – Anggota DPR RI Meitri Citra Wardani menegaskan bahwa program listrik desa memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).
Menurut Meitri, listrik desa tidak hanya sekadar menerangi rumah tangga, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga pengembangan ekonomi produktif.
“Listrik desa bukan hanya soal menerangi rumah, tetapi juga usaha kita untuk membuka akses pendidikan, kesehatan, dan ekonomi produktif di wilayah yang belum pernah terjamah listrik sebelumnya,” ujar Meitri di Jakarta, Senin (1/9).
Ia menambahkan, DPR berkomitmen memastikan alokasi anggaran untuk listrik desa dalam RAPBN 2026 benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. “Diperlukan pengawasan yang ketat agar program ini berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup warga,” tegasnya.
Meitri juga menekankan bahwa pemerataan akses energi akan menciptakan kesempatan lebih luas bagi generasi muda di desa untuk menempuh pendidikan layak serta mendorong tumbuhnya usaha produktif berbasis masyarakat.
Sebelumnya, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ahmad Riza Patria menyatakan dukungannya terhadap langkah cepat Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam mempercepat swasembada energi, khususnya bagi desa-desa yang belum teraliri listrik.
“Kami sangat mengapresiasi komitmen Pak Bahlil yang begitu kuat membangun bangsa dengan kepedulian tinggi terhadap masyarakat kecil, terutama dalam mempercepat penyediaan listrik di desa-desa yang belum teraliri,” kata Ariza.
Pernyataan itu disampaikan Ariza dalam pertemuan bersama Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Penyelesaian Isu Strategis Sektor ESDM, Muhammad Pradana Indraputra, di Kantor Kemendes PDT, Kamis (3/7).
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut diskusi antara Menteri Desa Yandri Susanto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengenai pentingnya sinergi lintas kementerian dalam percepatan listrik desa berbasis energi terbarukan.
Salah satu agenda yang dibahas adalah rencana penyediaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di desa-desa yang belum tersambung jaringan listrik. Solusi ini dinilai efisien dan cepat, terutama bagi desa dengan kategori sangat tertinggal.[prs]






