DPR  

DPR Dorong Pemerintah Batasi Impor Demi Lindungi Industri Nasional

DPR Dorong Pemerintah Batasi Impor Demi Lindungi Industri Nasional
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty. //Net

Realitarakyat.com – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menegaskan pemerintah perlu lebih selektif dalam membuka keran impor agar industri dalam negeri memiliki ruang tumbuh dan mampu bersaing di pasar nasional.

Menurutnya, banyak sektor industri di Indonesia yang sebenarnya sudah mampu memproduksi barang dalam jumlah dan kualitas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional.

“Sejumlah industri kita sebenarnya sudah cukup kuat. Produksi mereka sudah bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri,” ujar Evita usai rapat dengan Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (12/11).

Evita menilai, impor seharusnya hanya dilakukan untuk produk yang memang belum dapat dipenuhi oleh industri domestik. Ia meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan ekspor-impor agar lebih berpihak pada pelaku industri nasional.

“Kalau memang ada yang belum bisa diproduksi di dalam negeri, silakan impor. Tapi jangan sampai barang impor membanjiri pasar dan mematikan industri kita sendiri,” tegasnya.

Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan itu juga mengingatkan pentingnya kedaulatan ekonomi melalui penguatan sektor industri nasional. Ia menekankan agar arah kebijakan pemerintah konsisten dengan visi kemandirian bangsa.

“Kita ingin industri kita bangkit. Presiden selalu menekankan pentingnya kedaulatan — baik pangan, pertahanan, maupun industri. Kita harus punya ketahanan dan kemandirian industri ke depan,” ujarnya.

Selain perlindungan pasar, Evita menuturkan para pelaku industri juga mengharapkan dukungan nyata dari pemerintah dalam bentuk insentif fiskal, kemudahan perizinan, serta akses pembiayaan yang lebih mudah.

“Industri luar negeri mendapat dukungan penuh dari pemerintahnya. Karena itu, industri kita juga butuh dukungan yang sama agar bisa bersaing,” kata Evita.[prs]