Realitarakyat.com – Ribuan siswa di Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, tidak mendapatkan jatah Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (11/11). Hal ini terjadi setelah dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut menghentikan operasional.
Camat Menes Usep Sudarman membenarkan adanya penghentian distribusi makanan. “Ada info memang dua dapur yang berhenti beroperasi, kendalanya apa, mereka yang mungkin lebih paham,” ujarnya. Akibatnya, sekitar 6.000 siswa tidak menerima makanan bergizi sebagaimana biasanya.
Menurut Usep, informasi awal menyebutkan adanya keterlambatan pembayaran dari pihak penyelenggara program. “Saya kurang paham detailnya, tapi mitra MBG menyampaikan ada keterlambatan pembayaran dari BGN karena pergantian pejabat. Itu informasi sementara,” jelasnya.
Hal senada disampaikan pengelola Dapur Umi Kaisar, salah satu mitra MBG di Menes. Ia mengonfirmasi bahwa distribusi makanan dihentikan karena dana operasional belum cair. “Iya, karena dana belum turun dari BGN. Baru hari ini berhenti, kalau dana sudah cair langsung jalan lagi,” kata Umi.
Umi menambahkan, kondisi serupa juga terjadi di wilayah lain. Di Labuan, dapur MBG disebut sudah tidak beroperasi selama empat hari terakhir.
Hingga kini, pihak terkait masih berupaya mencari solusi agar program MBG kembali berjalan normal. Sementara itu, ribuan siswa di Menes dan Labuan harus menunggu kepastian pencairan dana agar dapur kembali beroperasi.(Din)







