Realitarakyat.com – Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menegaskan pembinaan olahraga harus ditopang infrastruktur memadai. Hal itu ia sampaikan saat menjadi narasumber di Indonesia Sport Summit (ISS) 2025 di Indonesia Arena, Senayan, Sabtu (6/12).
“Tanpa infrastruktur, pembinaan olahraga tidak mungkin berjalan,” kata Bima, Minggu (7/12).
Bima menyoroti potensi aset daerah yang bisa dimaksimalkan untuk mendukung olahraga. Ia mencontohkan Surabaya di era Tri Rismaharini yang mampu menertibkan dan mengelola aset terbengkalai, termasuk lahan eks SPBU, agar bermanfaat bagi masyarakat.
“Bukan hanya gedung yang ada, tapi lahan prospektif juga bisa digarap,” ujarnya.
Bima mengaitkan hal ini dengan MoU antara Kemendagri, Kemenpora, dan Kementerian UMKM pada 2 Desember 2025. Menurutnya, sinergi ini penting untuk menghidupkan kembali fasilitas olahraga yang kurang produktif sekaligus menjadi ruang publik dan pusat ekonomi.
Ia menekankan pembangunan sarana olahraga tidak harus bergantung pada APBD. Pemda bisa menjajaki kemitraan, termasuk skema KPBU. Sebagai contoh, ia menyebut kolaborasi di Mandalika lewat Korpri Fun Night Run yang berhasil mengaktivasi aset daerah.
“Kolaborasi ini akan memicu semua stakeholders olahraga bergerak bersama,” pungkasnya.(Din)






