Realitarakyat.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat menegaskan tidak terdapat istilah “matahari kembar” dalam struktur kepemimpinan partai berlambang mercy tersebut.
Penegasan itu disampaikan Sekretaris I Badan Pembinaan Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (BPOKK) DPP Partai Demokrat, Si Made Rai Edi Astawa, saat menjelaskan pernyataan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyebut bahwa matahari di Partai Demokrat hanya satu, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Pernyataan tersebut disampaikan di Mataram, Senin (19/1).
Astawa menjelaskan, Partai Demokrat telah berhasil menjalankan proses transisi kepemimpinan dari SBY kepada AHY secara demokratis dan konstitusional.
Menurutnya, meskipun sempat terjadi upaya pengambilalihan partai melalui Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPKPD) yang dipimpin Moeldoko, peristiwa tersebut justru menunjukkan kuatnya sistem organisasi dan kepemimpinan di internal Demokrat.
“Partai Demokrat sudah sukses dalam proses suksesi kepemimpinan dari SBY kepada Ketua Umum AHY dengan mulus, baik, dan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai. Hal tersebut menjadi bukti bahwa Demokrat tidak memiliki persoalan komando maupun dualisme kepemimpinan,” ujarnya, Selasa (20/1).
Ia menuturkan, istilah “matahari kembar” yang disampaikan SBY merupakan pesan internal sekaligus bentuk edukasi politik kepada publik agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan dalam tubuh partai. Menurutnya, keberadaan satu pusat komando menjadi faktor utama dalam menjaga soliditas dan efektivitas organisasi.
“Kalau ada matahari kembar, soliditas, dan solidaritas tidak akan tercapai. Tapi, di Demokrat itu tidak terjadi. Mataharinya satu, di bawah arahan Ketua Umum,” kata dia.
Astawa juga menegaskan hubungan antara SBY dan AHY berjalan harmonis dan dilandasi saling menghormati.
Ia menyebut, SBY berperan sebagai pembina sekaligus mentor bagi AHY, namun kewenangan pengambilan keputusan dan kendali organisasi sepenuhnya berada di tangan Ketua Umum Partai Demokrat, yakni AHY.
Ia menambahkan, seluruh mekanisme pengawasan, pembagian kewenangan, serta tanggung jawab jabatan di Partai Demokrat telah diatur secara jelas dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Pengaturan tersebut mencakup pengelolaan struktur partai, mulai dari DPD, DPC, fraksi, hingga perangkat organisasi lainnya.
“Jadi, tetap matahari satu di bawah ketua umum, AHY,” katanya.
Sebelumnya, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan bahwa pucuk pimpinan atau matahari di Partai Demokrat hanya satu, yaitu AHY.
Pernyataan tersebut disampaikan SBY saat membuka pidatonya dalam acara Perayaan Natal Nasional dan Tahun Baru 2026 Partai Demokrat.
Dalam kesempatan itu, AHY tidak dapat hadir karena sedang menjalankan tugas sebagai Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
“Seharusnya yang menyampaikan sambutan utama adalah pemimpin Partai Demokrat, Bung Agus Harimurti Yudhoyono. Beliau pemimpin partai. Saya boleh dikatakan seorang mentor senior, mataharinya hanya satu di Partai Demokrat, Mas AHY,” kata SBY di Jakarta, Senin malam (12/1).[prs]







