Realitarakyat.com – Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menyambut positif komitmen Badan Gizi Nasional (BGN) dalam meningkatkan kualitas layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026.
Upaya tersebut dinilai krusial seiring rencana perluasan penerima manfaat program yang diperkirakan mencapai puluhan juta orang.
Netty menegaskan, besarnya skala program MBG harus dibarengi dengan jaminan mutu layanan serta keamanan pangan yang konsisten.
Menurutnya, penguatan kualitas menjadi kebutuhan mendesak agar manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.
“Setelah fondasi program dibangun secara masif pada 2025, fokus pada peningkatan kualitas layanan di 2026 adalah arah yang tepat,” kata Netty, dalam keterangan persnya, Senin (6/1).
Ia juga menilai pembangunan ribuan SPPG sepanjang 2025 merupakan pencapaian besar yang patut mendapat apresiasi.
Meski demikian, Netty mengingatkan pentingnya memastikan seluruh SPPG beroperasi sesuai standar yang seragam, higienis, serta ramah bagi anak dan kelompok rentan.
“Pelayanan gizi bukan hanya soal jumlah penerima, tetapi juga soal kualitas makanan, kebersihan dapur, kompetensi petugas, dan sistem pengawasan yang konsisten,” tuturnya.
Lebih lanjut, Netty menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah dalam memperkuat edukasi gizi kepada masyarakat.
Ia menilai, program MBG tidak boleh berhenti pada aspek distribusi makanan semata, melainkan harus mampu membentuk pola konsumsi sehat dalam jangka panjang.
“Edukasi gizi harus berjalan beriringan dengan layanan MBG. Anak dan keluarga perlu dibekali pemahaman tentang makanan sehat agar dampak program ini berkelanjutan,” ungkapnya.
Di akhir pernyataannya, Netty menekankan perlunya pengawalan berkelanjutan terhadap pelaksanaan MBG, terutama dalam penguatan kualitas SPPG.
Hal tersebut mencakup aspek keamanan pangan, pendampingan sumber daya manusia, serta koordinasi yang solid dengan pemerintah daerah.
“MBG adalah investasi besar bagi masa depan sumber daya manusia Indonesia. Dengan peningkatan kualitas layanan dan kolaborasi yang kuat antara pusat dan daerah, kita berharap program ini dapat memberi manfaat optimal bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak Indonesia,” tandasnya.[prs]






