Realitarakyat.com – Pentagon dikabarkan memberi Presiden AS Donald Trump “pilihan serangan yang lebih luas” terhadap Iran dibandingkan yang dilaporkan sebelumnya, The New York Times melaporkan pada Senin (12/1/2026).
Menurut laporan tersebut, yang mengutip seorang pejabat AS, target-target potensial meliputi program nuklir Iran, di luar serangan udara AS yang menghantam Iran pada Juni lalu, serta lokasi-lokasi rudal balistik.
Namun, seperti dilansir Xinhua, pejabat itu menyebutkan bahwa opsi yang lebih terbatas, termasuk serangan siber atau serangan terhadap aparatur keamanan dalam negeri Iran, lebih mungkin dilakukan.
Karoline Leavitt, sekretaris pers Gedung Putih, pada Senin mengatakan kepada wartawan bahwa “serangan udara adalah salah satu dari banyak, banyak opsi yang tersedia bagi panglima tertinggi (commander-in-chief),” tetapi diplomasi selalu menjadi opsi pertama bagi Trump.
Trump pada Minggu (11/1/2026) mengancam bahwa pemerintahannya sedang mempertimbangkan “beberapa opsi yang sangat kuat” terhadap Iran, termasuk kemungkinan aksi militer. ***







