Realitarakyat.com – Anggota Komisi XII DPR RI sekaligus Sekjen PAN, Eddy Soeparno, menilai Indonesia membutuhkan eksplorasi besar-besaran untuk meningkatkan lifting migas nasional. Ia sepakat dengan pandangan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa bahwa produksi migas akan terus menurun jika tidak ada penemuan ladang baru.
“Sumur-sumur minyak kita rata-rata sudah tua, keekonomiannya cenderung mahal. Untuk mencapai kenaikan lifting migas diperlukan eksplorasi dan drilling dalam jumlah banyak,” ujar Eddy.
Menurutnya, Indonesia harus menemukan cadangan migas baru dengan dukungan teknologi, pendanaan, dan pengalaman, mengingat banyak cadangan berada di laut dalam. Eddy pesimistis target produksi 1 juta barel per hari pada 2030 bisa tercapai jika hanya mengandalkan Pertamina. Ia menekankan perlunya investasi dari perusahaan migas besar dunia.
“Kalau Indonesia kalah menarik dibanding negara lain, para pelaku usaha migas internasional akan memilih berinvestasi di tempat lain,” tambahnya.
Sebelumnya, Menkeu Purbaya menegaskan lifting migas pasti turun tanpa eksplorasi baru. Ia menyebut permainan istilah tidak akan mampu menutupi kenyataan bahwa produksi migas nasional menurun.
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sempat menyinggung adanya pihak yang meragukan kenaikan lifting migas, dengan menyebut mereka “terlalu banyak baca buku.”(Ess)







