Menag Ajak Masjid di Jalur Mudik Ramah untuk Semua

Menag Ajak Masjid di Jalur Mudik Ramah untuk Semua
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. //net

Realitarakyat.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak pengelola masjid di sepanjang jalur mudik untuk menghadirkan ruang ibadah yang nyaman, inklusif, dan ramah bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang. Ia menilai masjid memiliki peran strategis sebagai tempat singgah sekaligus pusat pelayanan sosial bagi para pemudik.

Ajakan tersebut disampaikan Nasaruddin Umar menjelang musim mudik dan bulan suci Ramadhan. Ia menyebut terdapat ribuan masjid di berbagai daerah yang dapat dimaksimalkan fungsinya untuk membantu kelancaran dan kenyamanan perjalanan masyarakat.

“Kami mengimbau daerah-daerah yang dilawati para pemudik, ada sekitar 6 ribu masjid di seluruh Indonesia itu supaya nanti hari-hari tertentu, baik itu hari mudik nasional ataupun mudik keagamaan, itu dibuka,” ujar Menag di Jakarta, Senin (9/2).

Menurut Nasaruddin, Ramadhan merupakan momentum untuk memperkuat kualitas ibadah sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial dan rasa empati antarsesama. Nilai-nilai tersebut, kata dia, dapat diwujudkan melalui peran aktif masjid dalam melayani kebutuhan masyarakat yang sedang melakukan perjalanan.

Ia juga mendorong agar pengurus masjid tidak hanya membuka akses bagi jamaah untuk beribadah atau beristirahat, tetapi juga menyediakan ruang kebersamaan, termasuk bagi pemudik yang ingin berbuka puasa.

“Bahkan, kalau perlu pada mudik Lebaran nanti, para pengurus masjid itu bukan saja membuka pintunya, tetapi memberikan buka puasa terhadap jamaah yang mungkin mampir,” kata Menag.

Lebih lanjut, Nasaruddin menegaskan bahwa esensi ajaran agama terletak pada kasih sayang terhadap sesama manusia. Oleh karena itu, bantuan sosial tidak seharusnya dibatasi oleh perbedaan keyakinan, suku, maupun latar belakang lainnya, terlebih di bulan suci.

“Jangan melihat agamanya orang yang kehausan dan kelaparan. Artinya, agama apapun yang sedang kelaparan itu, beri makan. Allah memuliakan anak cucu Adam, Tuhan tidak mengatakan memuliakan orang Islam (saja), tidak. Siapapun merasa anak cucu Adam, apapun agamanya, etniknya, warna kulitnya, beri bantuan,” jelasnya.

Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut juga mengajak seluruh umat beragama untuk saling menghormati penggunaan ruang publik. Ia turut meminta pengelola pusat perbelanjaan dan fasilitas umum menyediakan sarana ibadah yang memadai serta menciptakan suasana yang kondusif bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.

“Saya mohon kepada pimpinan umat beragama, mari kita bersosialisasi untuk hal yang positif. Jadikan agama itu sebagai motivasi untuk mencintai orang sekalipun berbeda-beda agama. Itulah orang yang beragama, yang sejati,” tambah Menag.[prs]